Malioboro Dipadati Ribuan Mahasiswa, Tujuh Tuntutan Disuarakan ke DPRD DIY
Mahasiswa UMY, UII, UGM, dan HMI berunjuk rasa di DPRD DIY, Malioboro, untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi C DPRD DIY menindaklanjuti keluhan warga terkait drainase jalan provinsi di Getas Kalongan, Tlogoadi, Mlati, Sleman yang kerap memicu genangan saat hujan.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lantaran berada di jalur dengan mobilitas lalu lintas yang padat.
Aspirasi warga itu mengemuka dalam kegiatan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) Komisi C DPRD DIY di Tlogoadi beberapa waktu lalu. Warga mengeluhkan genangan air yang tetap muncul meski hujan tidak terlalu deras.
Sekretaris Komisi C DPRD DIY, Koeswanto, menyampaikan saluran drainase di kedua sisi jalan banyak yang rusak sehingga aliran air tidak berjalan optimal.
“Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke badan jalan,” kata Koeswanto.
Selain mengalami kerusakan, sebagian saluran disebut belum dibangun permanen. Dimensi drainase yang sempit serta penggunaan material nonbeton membuat kapasitas tampung air terbatas, terutama ketika curah hujan meningkat.
Komisi C juga menerima laporan bahwa sistem pembuangan air di sepanjang ruas tersebut belum terhubung secara menyeluruh. Dampaknya, air yang tidak tertampung di satu titik mengalir ke lokasi lain hingga menggenangi jalur kendaraan.
Hasil peninjauan lapangan menunjukkan adanya gorong-gorong dengan penutup jebol serta saluran yang tersumbat sampah dan ranting. Situasi ini memperparah genangan yang selama ini dikeluhkan warga.
Koeswanto menegaskan pihaknya akan mengawal aspirasi tersebut agar mendapat perhatian serius dari instansi teknis terkait.
“Kami akan memperjuangkan aspirasi masyarakat ini agar menjadi prioritas, mengingat ruas ini merupakan jalan provinsi dengan tingkat mobilitas tinggi dan berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, penanganan akan difokuskan pada titik drainase yang kerusakannya paling parah dan paling sering meluap karena berdampak langsung pada aktivitas warga dan kelancaran lalu lintas.
Ke depan, Komisi C DPRD DIY mendorong perbaikan menyeluruh, termasuk normalisasi saluran serta penggantian gorong-gorong rusak, dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah dan direalisasikan pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa UMY, UII, UGM, dan HMI berunjuk rasa di DPRD DIY, Malioboro, untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, lengkap dengan jam keberangkatan, lima pilihan tujuan, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.