Petani Bantul Nikmati Harga Bawang Merah Tinggi, Tembus Rp34.000
Petani bawang merah di Bantul menikmati panen raya dengan harga jual tinggi. Bawang kualitas super dibeli hingga Rp34.000 per kilogram.
ILustrasi lokasi jalan ambles. /Harian Jogja.
Harianjogja.com, BANTUL—Jalan ambles di Padukuhan Sompok, Kalurahan Sriharjo, Imogiri, Bantul kembali terjadi dengan penurunan tanah lebih dari satu meter. Ruas yang terdampak berada di jalur wisata Srikeminut, yang pada akhir tahun lalu sempat terputus akibat pergerakan tanah.
Amblesan tanah dilaporkan memanjang sekitar 15 hingga 30 meter dan semakin parah setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Sebelumnya, badan jalan itu telah mengalami retakan sepanjang belasan meter. Warga setempat sempat menutup rekahan menggunakan tanah dan semen sebagai langkah darurat. Pada sisi selatan jalan, warga juga memperkuat tepi jalan dengan tambahan penahan tanah agar tidak semakin longsor.
Dukuh Sompok, Triyono, mengungkapkan bahwa penurunan tanah sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Warga telah berupaya melakukan pengurukan secara swadaya, namun setiap kali hujan deras turun, kondisi jalan kembali mengalami penurunan.
“Kalau dari posisi awal mungkin amblesnya sudah lebih dari satu meter. Dulu rata dengan jalan, sekarang turun semua, termasuk pohon-pohonnya ikut turun,” ujarnya, Rabu (11/2).
Menurutnya, amblesan tersebut tidak memotong badan jalan, melainkan sejajar dengan arah jalan. Lebarnya memang tidak terlalu besar, tetapi kedalaman penurunannya cukup signifikan. Bagian selatan menjadi titik terdampak paling parah, sedangkan sisi utara masih relatif aman dilalui kendaraan.
Penanganan sementara telah beberapa kali dilakukan warga dengan meratakan kembali permukaan jalan. Upaya terakhir bahkan memanfaatkan alat berat sederhana agar akses tetap bisa digunakan. Namun, hingga kini belum ada perbaikan permanen pada ruas jalan ambles di Sriharjo tersebut.
“Saat ini masih bisa dilewati mobil, tapi harus antre. Tidak bisa simpangan. Praktis hanya satu lajur,” kata Triyono.
Sebagai langkah antisipasi, warga memasang pembatas di sisi jalan yang ambles guna mencegah kendaraan terlalu mendekat ke arah sungai. Jalur tersebut tidak ditutup total, tetapi kendaraan berukuran besar harus bergantian saat melintas.
"Kemarin dari BPBD dan BNPB sudah datang meninjau ke lokasi, semoga ada tindak lanjutnya," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Bantul, Agustina Dwi Kuswandari, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Bantul dan instansi terkait yang melakukan peninjauan lapangan.
“Kami akan petakan dulu masalahnya di mana, karena kontur tanah di daerah itu memang memiliki karakteristik khusus,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk sementara perbaikan masih dilakukan secara swadaya oleh warga. Pemerintah Kabupaten Bantul akan mempertimbangkan ketersediaan anggaran untuk perbaikan jalan ambles di Sriharjo, namun proses tersebut harus diawali dengan kajian teknis sebelum penanganan permanen dilakukan karena kondisi kontur tanah di kawasan Imogiri dinilai memiliki risiko pergerakan yang berulang saat curah hujan tinggi.
“Harus ada kajian dulu sebelum diperbaiki secara permanen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani bawang merah di Bantul menikmati panen raya dengan harga jual tinggi. Bawang kualitas super dibeli hingga Rp34.000 per kilogram.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.
Bank Jateng resmi meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) UNS dan Gedung UNS Smart yang berlokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret