Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Akses utama menuju pantai selatan melalui Ngawen–Karangmojo rusak parah. Warga Kalurahan Watusigar mendesak Pemkab Gunungkidul segera melakukan perbaikan karena rawan kecelakaan.
Kerusakan paling parah berada di jalur Kalilunyu hingga Jembatan Watusigar. Carik Watusigar, Karsimin, mengungkapkan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan segera.
“Jalannya memang rusak mulai dari persimpangan Kalilunyu hingga Jatiayu, Karangmojo. Tapi, yang parah kerusakan dari Kalilunyu sampai Jembatan Watusigar,” kata Carik Watusigar, Karsimin, Rabu (25/2/2026).
Menurut dia, kerusakan dapat dilihat dari banyaknya lubang di sepanjang ruas jalan. Selain itu, permukaan jalan relatif bergelombang dan sempit sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Karsimin menambahkan, kondisi semakin berbahaya karena minimnya penerangan jalan umum pada malam hari. Situasi tersebut membuat pengendara harus ekstra waspada saat melintas.
“Sudah sering terjadi kecelakaan khsususnya pengendara roda dua. Bahkan, korbannya sampai ada yang meninggal dunia,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Gunungkidul segera melakukan perbaikan karena status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Di sisi lain, jalur itu juga menjadi akses utama wisatawan menuju kawasan pantai di pesisir selatan Gunungkidul.
“Di akhir pekan atau saat musim liburan banyak bus-bus pariwisata yang melintas dan masuk dari arah Klaten menuju pantai. Harapannya jalan rusak ini bisa segera diperbaiki untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.
Selain perbaikan fisik jalan, Karsimin juga meminta penambahan dan perbaikan lampu penerangan jalan umum. Ia menyebut sebagian lampu yang sudah terpasang kerap tidak berfungsi.
“Memang ada lampu penerangan yang terpasang, tapi seringkali mati lampunya,” imbuh dia.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, membenarkan kondisi jalan wisata Ngawen Gunungkidul tersebut mengalami kerusakan. Namun, hingga kini belum ada rencana perbaikan total karena keterbatasan anggaran daerah.
Meski demikian, DPUPRKP tetap akan melakukan penanganan sementara melalui penambalan pada titik-titik berlubang.
“Kami lakukan pemeliharaan dengan cara ditambal. Sebab, untuk perbaikan penuh belum bisa karena anggaran dimiliki masih sangat terbatas,” katanya.
Wadiyana menargetkan penambalan dapat dilakukan sebelum pelaksanaan Perayaan Hari Idulfitri mendatang guna mendukung kelancaran arus lalu lintas, terutama pada masa libur Lebaran.
“Masuk dalam prioritas untuk pemeliharaan, guna mendukung kelancaran lalu lintas. Selain itu, juga sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan di jalanan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Senin 28 September 2026, lokasi layanan, jam operasional, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Cek jadwal SIM Sleman Senin 28 September 2026, lokasi pelayanan, jam buka, jenis layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 28 September 2026, lengkap dengan rute, jam keberangkatan, dan tarif promo Rp50.000.