Krisis Air di Rongkop, Warga Kemesu Beli Air Rp120.000 per Tangki
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Akses utama menuju pantai selatan melalui Ngawen–Karangmojo rusak parah. Warga Kalurahan Watusigar mendesak Pemkab Gunungkidul segera melakukan perbaikan karena rawan kecelakaan.
Kerusakan paling parah berada di jalur Kalilunyu hingga Jembatan Watusigar. Carik Watusigar, Karsimin, mengungkapkan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan segera.
“Jalannya memang rusak mulai dari persimpangan Kalilunyu hingga Jatiayu, Karangmojo. Tapi, yang parah kerusakan dari Kalilunyu sampai Jembatan Watusigar,” kata Carik Watusigar, Karsimin, Rabu (25/2/2026).
Menurut dia, kerusakan dapat dilihat dari banyaknya lubang di sepanjang ruas jalan. Selain itu, permukaan jalan relatif bergelombang dan sempit sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Karsimin menambahkan, kondisi semakin berbahaya karena minimnya penerangan jalan umum pada malam hari. Situasi tersebut membuat pengendara harus ekstra waspada saat melintas.
“Sudah sering terjadi kecelakaan khsususnya pengendara roda dua. Bahkan, korbannya sampai ada yang meninggal dunia,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Gunungkidul segera melakukan perbaikan karena status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Di sisi lain, jalur itu juga menjadi akses utama wisatawan menuju kawasan pantai di pesisir selatan Gunungkidul.
“Di akhir pekan atau saat musim liburan banyak bus-bus pariwisata yang melintas dan masuk dari arah Klaten menuju pantai. Harapannya jalan rusak ini bisa segera diperbaiki untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.
Selain perbaikan fisik jalan, Karsimin juga meminta penambahan dan perbaikan lampu penerangan jalan umum. Ia menyebut sebagian lampu yang sudah terpasang kerap tidak berfungsi.
“Memang ada lampu penerangan yang terpasang, tapi seringkali mati lampunya,” imbuh dia.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, membenarkan kondisi jalan wisata Ngawen Gunungkidul tersebut mengalami kerusakan. Namun, hingga kini belum ada rencana perbaikan total karena keterbatasan anggaran daerah.
Meski demikian, DPUPRKP tetap akan melakukan penanganan sementara melalui penambalan pada titik-titik berlubang.
“Kami lakukan pemeliharaan dengan cara ditambal. Sebab, untuk perbaikan penuh belum bisa karena anggaran dimiliki masih sangat terbatas,” katanya.
Wadiyana menargetkan penambalan dapat dilakukan sebelum pelaksanaan Perayaan Hari Idulfitri mendatang guna mendukung kelancaran arus lalu lintas, terutama pada masa libur Lebaran.
“Masuk dalam prioritas untuk pemeliharaan, guna mendukung kelancaran lalu lintas. Selain itu, juga sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan di jalanan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Cak Imin meresmikan Sigap Bangsa, organisasi penanggulangan bencana bentukan PKB yang telah melatih 250 relawan tanggap bencana.
Dishub DIY kembali menggelar program becak listrik gratis keliling Malioboro pada 21 Juli 2026. Berikut jadwal, lokasi, dan cara mengikutinya.
IRGC mengklaim meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Yordania dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.