Kejati Geledah Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Dugaan Korupsi Mesin Susu
Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menggeledah Kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Jogja, dalam penyidikan dugaan
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Kerusakan ruas Jalan Si Petek di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menjadi sorotan Komisi C DPRD DIY. Kondisi jalan provinsi yang rusak parah serta minim penerangan dinilai mengganggu mobilitas masyarakat, terlebih jalur tersebut menjadi penghubung penting antara Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan wilayah Magelang, Jawa Tengah.
Sejumlah titik di ruas jalan itu dilaporkan telah lama mengalami kerusakan. Selain itu, ketiadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) membuat jalur tersebut gelap saat malam hari sehingga meningkatkan potensi risiko bagi pengguna jalan.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Aslam Ridlo, menilai kondisi infrastruktur di kawasan perbatasan seharusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Menurutnya, kualitas jalan di titik perbatasan tersebut menunjukkan perbedaan cukup mencolok antara wilayah DIY dan Jawa Tengah.
“Jalan penghubung ini harus segera ditangani secara khusus karena kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Mengingat statusnya sebagai jalan provinsi, penanganan menjadi prioritas Pemerintah Daerah DIY, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, untuk segera merealisasikan perbaikan jalan sekaligus pembangunan LPJU yang hingga saat ini belum tersedia,” ujarnya usai Kunjungan Dalam Daerah (KDD) ke lokasi pada Rabu (4/3/2026).
Ia mencontohkan kondisi ruas Jalan Banyurejo yang berada kurang dari satu kilometer dari perbatasan Jawa Tengah. Di titik tersebut, kondisi jalan di wilayah Jawa Tengah dinilai jauh lebih baik dibandingkan dengan sisi DIY.
Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD DIY, Koeswanto, mengatakan kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Karena itu, ia mendorong agar perbaikan sementara berupa tambal sulam pada titik kerusakan paling parah dapat segera dilakukan.
“Kami berharap Bina Marga dan Adhi Karya dapat turut berpartisipasi dalam percepatan pembangunan jalan ini. Syukur apabila sebelum Lebaran perbaikan sudah dapat direalisasikan sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” kata Koeswanto.
Di sisi lain, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, One Sigit Hermanto, menyampaikan pihaknya tengah mengupayakan penanganan awal sebelum Idulfitri.
“Penanganan akan diawali dengan memastikan air tidak lagi menggenang di badan jalan melalui perbaikan bahu jalan. Setelah itu, dilakukan penambalan pada ruas yang mengalami kerusakan,” jelasnya.
Ia menambahkan peningkatan kualitas jalan secara menyeluruh akan dilakukan secara bertahap setelah proyek tol rampung. Saat ini ruas tersebut masih dilalui kendaraan pengangkut material proyek sehingga perbaikan permanen belum dapat dilakukan secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY menggeledah Kantor Dinas Koperasi dan UMKM DIY di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Jogja, dalam penyidikan dugaan
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.