Satpol PP Solo Sita 34 Botol Miras Tak Berizin Saat Razia Malam
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, menyebutkan saat ini telah muncul 22 klaster penularan COVID-19 di lingkungan sekolah sehingga memicu lonjakan kasus harian konfirmasi positif di wilayah itu.
"Saat ini muncul banyak klaster penularan COVID-19 di Sleman, mulai dari klaster dusun atau rumah tangga, klaster perkantoran hingga klaster sekolah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama di Sleman, Rabu (16/2/2022).
Dia mengatakan dari jumlah tersebut, temuan klaster penularan COVID-19 paling banyak dari klaster sekolah, yakni 22 klaster sekolah.
"Sekolah paling banyak menjadi klaster penularan COVID-19. Ada 22 klaster sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Klaster sekolah ini rata-rata berasal dari keluarga," katanya.
Ia mengatakan klaster sekolah ini bermula dari orang tua murid yang bekerja luar kota atau pelaku perjalanan lalu pulang ke Jogja dan ketemu keluarga atau anaknya.
BACA JUGA:Kasus Kematian Bayi Mencurigakan yang Makamnya Dibongkar di Bantul Akhirnya Terungkap
"Tak lama anaknya dinyatakan positif dan anaknya masuk ke sekolah yang kebetulan menginap di asrama. Akhirnya kasusnya meledak dan langsung di-\'tracing\', [pelacakan]" katanya.
Cahya mengatakan munculnya banyak klaster ini sebenarnya tidak masalah, artinya di Sleman tidak perlu takut dengan jumlah atau angka penambahan kasus konfirmasi COVID-19.
"Yang paling penting adalah penanganan dari kasus tersebut," katanya.
Kasus harian konfirmasi COVID-19 di Kabupaten Sleman saat ini memang terus menunjukkan angka yang meningkat. Pada Selasa (15/2), dalam sehari bertambah 538 kasus konfirmasi positif, pada Rabu ini kasus konfirmasi positif bertambah 541 kasus, pasien sembuh 95 orang, dan meninggal dunia empat orang.
"Penambahan kasus berasal dari dua klaster dusun atau rumah tangga yang kini berkembang. Selain itu penambahan kasus COVID-19 juga dipengaruhi munculnya klaster perkantoran," katanya.
Ia mengatakan ada tiga kantor, baik negeri maupun swasta, yang saat ini muncul kasus COVID-19 dengan empat orang sudah isolasi.
"Kantor yang kini muncul klaster penularan agar disterilkan dengan disinfektan, kalau ada yang terpapar, kemudian pegawai diberlakukan kerja dari rumah atau isoman, tolong diberi perlakuan juga terhadap tempatnya tadi. Kadang ruangan dengan AC, ini virus bisa hidup lama," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik dengan lonjakan kasus COVID-19, namun tetap waspada dan disiplin protokol kesehatan ketat, serta jangan lupa bahagia.
"Bahagia itu untuk meningkatkan imunitas tubuh, tidak perlu panik. Kenaikan kasus ini perlu diwaspadai, tetap jaga diri, jaga keluarga, mudah-mudahan tidak menyebar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.