Jadwal KSPN Jogja Rabu 7 Oktober 2026 ke Gunungkidul
Jadwal KSPN Jogja Rabu 7 Oktober 2026 dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Salah satu venue pameran berisi percakapan WA Pejuang SO 1 Maret dalam pameran bertajuk Daulat dan Ikhtiar di Benteng Vredeburg yang mulai dibuka pada Selasa (1/3/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Kisah perjuangan berbagai elemen masyarakat bersama TNI dalam melakukan Serangan Umum 1 Maret di Kota Jogja selalu menarik diikuti. Kolaborasi antara seni, teknologi dengan benda bersejarah menghadirkan pameran bertajuk Daulat dan Ikhtiar di Benteng Vredeburg yang mulai dibuka pada Selasa (1/3/2022).
Salah satu yang cukup menarik perhatian pengunjung adalah komunikasi persiapan para pejuang saat akan melakukan serangan terhadap Belanda di Kota Jogja pada pagi buta. Komunikasi ini dihadirkan melalui pesan Whatsapp yang saat ini paling populer di masyarakat.
Di pamerkan penggalan-penggalan komunikasi para pejuang dalam sebuah Whatsapp Grup bernama SERANGAN OEMOEM.
"Fokus mandat Sultan demi Republik ini," begitu tertulis dalam percakapan grup WA seorang komandan pejuang mengingatkan anak buahnya.
"Siap Komandan," tulis Yudi Jarkoni pasukan dari Segoroyoso, Bantul.
"Katanya Sinuwun juga sudah kontak sama Jenderal Sudirman dan langsung ngerahin batalyon buat serangan hari ini," tulis Amri Soemarno dari Pejuang Hizboellah.
Baca juga: Serangan Umum 1 Maret: Cara Elegan Sultan Jogja Taklukkan Tentara Belanda
"Mestinya cuma enam djam," tulisnya lagi.
Kurator Pameran Daulat & Ikhtiar Museum Benteng Vredeburg Miekke Susanto menjelaskan komunikasi para pejuang yang dibikin seolah via Whatsapp telah melalui proses riset. Sehingga nama-nama yang disebutkan seolah sedang berkomunikasi via WA tersebut memang terlibat dalam serangam umum 1 Maret. Begitu juga komunikasi memang benar-benar terjadi, hanya sedikit diberikan inovasi.
"Kalau komunikasi memang benar ada hanya diwujudkan seolah lewat WA grup. Kemudian ada stiker WA seperti sekarang," kata Dosen ISI Jogja ini.
Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Suharjo menjelaskan dalam pameran kali ini memang tidak sekadar menampilkan koleksi seperti tahun sebelumnya. Namun melalui kolaborasi dengan akademisi dan seniman sehingga mampu menghadirkan informasi sejarah yang mudah diterima masyarakat. Salah satunya terkait komunikasi WA tersebut merupakan inovasi penyampaian informasi sehingga masyarakat mudah mencerna.
"Harapannya museum ini menjadi jendela atau pintu gerbang bagi masyarakat untuk memahami masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Dengan menggandeng seniman ini melihat koleksi direpresentasikan lagi dalam wujud koleksi baru tetapi menjadi interpretasi menggambarkan peristiwa sejarah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KSPN Jogja Rabu 7 Oktober 2026 dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.
Ledakan tabung oksigen di PT Sinergi Berkat Gasindo, Kelapa Gading, menewaskan satu orang dan melukai seorang lainnya.
Kemensos menguji coba Perlinsos digital hingga akhir 2026 untuk memutakhirkan data bansos dan menargetkan seluruh daerah mengaksesnya pada 2027.
Pemerintah menargetkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2029.
Baznas Kulonprogo menyalurkan Rp440 juta untuk memperbaiki rumah 22 keluarga di Galur, Panjatan, dan Wates melalui program RLHB.