Jadwal SIM Gunungkidul 20 Agustus 2026: Cek Lokasi dan Biayanya
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 tersedia di Ponjong dan Rongkop. Simak lokasi, syarat, jadwal, dan biaya perpanjangan SIM.
Salah satu venue pameran berisi percakapan WA Pejuang SO 1 Maret dalam pameran bertajuk Daulat dan Ikhtiar di Benteng Vredeburg yang mulai dibuka pada Selasa (1/3/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Kisah perjuangan berbagai elemen masyarakat bersama TNI dalam melakukan Serangan Umum 1 Maret di Kota Jogja selalu menarik diikuti. Kolaborasi antara seni, teknologi dengan benda bersejarah menghadirkan pameran bertajuk Daulat dan Ikhtiar di Benteng Vredeburg yang mulai dibuka pada Selasa (1/3/2022).
Salah satu yang cukup menarik perhatian pengunjung adalah komunikasi persiapan para pejuang saat akan melakukan serangan terhadap Belanda di Kota Jogja pada pagi buta. Komunikasi ini dihadirkan melalui pesan Whatsapp yang saat ini paling populer di masyarakat.
Di pamerkan penggalan-penggalan komunikasi para pejuang dalam sebuah Whatsapp Grup bernama SERANGAN OEMOEM.
"Fokus mandat Sultan demi Republik ini," begitu tertulis dalam percakapan grup WA seorang komandan pejuang mengingatkan anak buahnya.
"Siap Komandan," tulis Yudi Jarkoni pasukan dari Segoroyoso, Bantul.
"Katanya Sinuwun juga sudah kontak sama Jenderal Sudirman dan langsung ngerahin batalyon buat serangan hari ini," tulis Amri Soemarno dari Pejuang Hizboellah.
Baca juga: Serangan Umum 1 Maret: Cara Elegan Sultan Jogja Taklukkan Tentara Belanda
"Mestinya cuma enam djam," tulisnya lagi.
Kurator Pameran Daulat & Ikhtiar Museum Benteng Vredeburg Miekke Susanto menjelaskan komunikasi para pejuang yang dibikin seolah via Whatsapp telah melalui proses riset. Sehingga nama-nama yang disebutkan seolah sedang berkomunikasi via WA tersebut memang terlibat dalam serangam umum 1 Maret. Begitu juga komunikasi memang benar-benar terjadi, hanya sedikit diberikan inovasi.
"Kalau komunikasi memang benar ada hanya diwujudkan seolah lewat WA grup. Kemudian ada stiker WA seperti sekarang," kata Dosen ISI Jogja ini.
Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Suharjo menjelaskan dalam pameran kali ini memang tidak sekadar menampilkan koleksi seperti tahun sebelumnya. Namun melalui kolaborasi dengan akademisi dan seniman sehingga mampu menghadirkan informasi sejarah yang mudah diterima masyarakat. Salah satunya terkait komunikasi WA tersebut merupakan inovasi penyampaian informasi sehingga masyarakat mudah mencerna.
"Harapannya museum ini menjadi jendela atau pintu gerbang bagi masyarakat untuk memahami masa lalu, masa kini dan masa mendatang. Dengan menggandeng seniman ini melihat koleksi direpresentasikan lagi dalam wujud koleksi baru tetapi menjadi interpretasi menggambarkan peristiwa sejarah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 tersedia di Ponjong dan Rongkop. Simak lokasi, syarat, jadwal, dan biaya perpanjangan SIM.
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
Ekspor mobil Indonesia Januari-Juli 2026 menunjukkan SUV makin diminati, tetapi MPV seperti Avanza dan Xpander masih punya pasar kuat.
Podcast Raditya Dika dan Nagita Slavina hilang dari YouTube setelah hampir 1 juta views. Alasan takedown belum mendapat konfirmasi resmi.
Warga di Kabupaten Bantul mempertanyakan proses penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
Pembatasan subsidi BBM bagi desil 10 diperkirakan menghemat sekitar 10 persen anggaran subsidi energi. Pertalite masih dalam kajian.