Siklon BAVI Pengaruhi Cuaca di Jogja, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi
BMKG menyebut Siklon BAVI memengaruhi cuaca DIY. Prakiraan 5-7 Juli cerah berawan, namun gelombang laut selatan berpotensi tinggi.
Sejumlah peserta mengikuti pelatihan pembuatan website yang digelar PT Qwards bersama Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) DIY, Selasa (1/3)
Harianjogja.com, JOGJA- Puluhan pelaku UMKM di DIY didorong untuk membuat website penjualan online. Selain memaksimalkan pemasaran, keberadaan website penjualan online bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas mereka.
Creative Manager PT Qwords Evida Fauziah mengatakan keberadaan website penjualan online tersebut dinilai penting agar produk yang diproduksi bisa lebih dikenal lebih luas oleh masyarakat. Selain itu, keberadaan website tersebut juga memberikan nilai kepercayaan yang lebih dari masyarakat.
"Kami memberikan pelatihan pembuatan website kepada pelaku UMKM agar mereka bisa lebih aware untuk memasarkan produknya secara online. Selama ini masih banyak pelaku UMKM yang hanya berjualan offline dan di media sosial," katanya, Selasa (1/3/2022).
Lembaganya bekerjasama dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) DIY memberikan domain gratis dan free hosting bagi peserta pelatihan selama satu tahun. Website yang diberikan kepada pelaku UMKM basisnya ecommerce untuk berjualan online. "Kami melatih mereka agar mereka bisa berjualan secara online. Tingkat keamanan datanya juga terjamin," katanya.
Dari puluhan peserta yang mengikuti pelatihan tersebut sebagian sudah berusia lansia. Namun Vida mengaku peserta tetap antusias untuk belajar membuat website. "Kami latih dan dampingi satu-satu. Semangatnya luar biasa. Ini tantangan juga bagi kami karena antusiasme peserta sangat tinggi," kata Vida.
Baca juga: Permintaan Kredit UMKM Skala Menengah di BRI Masih Rendah
Koordinator Konsultan PLUT DIY Wahyu Triatmojo mengatakan peserta pelatihan selain dari Kota Jogja juga berasal dari Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul. Para peserta, katanya sebelumnya belum memiliki website. "Ada yang punya website tapi belum optimal dimanfaatkan. Mereka lebih memilih penjualan menggunakan media sosial. Jadi dengan menjual melalui website pelaku UMKM akan lebih profesional mengelola online shop," katanya.
Para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai sektor. Mulai kuliner, kerajinan, fashion dan lainnya. Peserta merupakan pelaku UKM kategori berkembang. "Kegiatan ini digelar dua jam, namun kami dampingi selama tiga bulan. Kami juga mendampingi secara online agar mereka mampu mengelola online shop nya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG menyebut Siklon BAVI memengaruhi cuaca DIY. Prakiraan 5-7 Juli cerah berawan, namun gelombang laut selatan berpotensi tinggi.
Cek jadwal lengkap KRL Jogja–Solo Senin 6 Juli 2026. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan fleksibel dari Jogja ke Solo.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.