Modus Modal Usaha Rp80 Juta, Dua Mobil Pengusaha Bantul Raib
Polres Bantul mengungkap penipuan bermodus modal usaha Rp80 juta. Korban kehilangan dua mobil dan BPKB dengan kerugian sekitar Rp100 juta.
Ilustrasi turis asing./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana pemerintah menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027 mulai direspons serius oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Sejumlah langkah strategis kini disiapkan, dengan fokus utama pada peningkatan kompetensi guru.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Bantul mulai membangun fondasi kesiapan melalui pembentukan komunitas belajar Bahasa Inggris yang melibatkan guru kelas 1 hingga kelas 6 SD. Komunitas ini diharapkan menjadi wadah berbagi praktik pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas tenaga pendidik.
Sekretaris Dikpora Bantul, Titik Sunarti Widyaningsih, mengungkapkan komunitas tersebut telah resmi dibentuk dan mulai bergerak menjalankan program awal.
“Komunitas belajar Bahasa Inggris sudah dibentuk dan kemarin juga sudah dilakukan pelantikan,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Selain itu, pelatihan Bahasa Inggris bagi guru SD juga mulai digelar secara bertahap. Langkah ini dilakukan agar para guru memiliki bekal kemampuan dasar sebelum kebijakan nasional diterapkan secara penuh.
Menurut Titik, metode pengajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar tidak bisa disamakan dengan jenjang yang lebih tinggi. Guru dituntut mampu menyampaikan materi dengan pendekatan yang sesuai usia anak, sehingga proses belajar tetap menyenangkan dan mudah dipahami.
“Pelatihannya dilakukan bertahap karena jumlah sekolah cukup banyak. Saat ini ada 367 SD di Bantul dan masing-masing sekolah mengirimkan satu guru terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika nantinya seluruh jenjang kelas dari kelas 1 hingga kelas 6 menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris, maka kebutuhan guru yang kompeten akan meningkat signifikan. Karena itu, pelatihan dilakukan secara bertahap agar pembinaan berjalan lebih optimal dan terarah.
Tak berhenti pada pelatihan, Dikpora Bantul juga memperkuat peran komunitas belajar melalui berbagai program pendukung. Di antaranya penyusunan bahan ajar, lomba story telling, hingga pemetaan materi esensial yang akan diajarkan kepada siswa.
Langkah ini dinilai penting untuk menyamakan persepsi guru mengenai materi dasar Bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan siswa SD.
“Penguatan komunitas belajar ini juga diarahkan untuk penulisan bahan ajar dan pemetaan materi esensial. Jadi nanti ada kesamaan arah dalam pembelajaran,” terang Titik.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa SD mulai tahun ajaran 2027. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi serta komunikasi siswa sejak usia dini.
Dikpora Bantul menilai kesiapan tenaga pendidik menjadi kunci utama keberhasilan implementasi kebijakan tersebut. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru dilakukan lebih awal agar saat aturan resmi diberlakukan, sekolah sudah siap menjalankannya secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul mengungkap penipuan bermodus modal usaha Rp80 juta. Korban kehilangan dua mobil dan BPKB dengan kerugian sekitar Rp100 juta.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.