Teknik Kimia dan Teknik Industri UAD Latih Warga Buat Dehumidifier
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program Pengabdian kepada Masyarakat.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) / Ist
Harianjogja.com, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-11 kali berturut-turut atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2021.
Laporan Hasil Penilaian (LHP) LKPD diterima Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dan Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta, pada hari Rabu (9/3/2022) siang, di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kustini dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BPK Perwakilan DIY yang telah mendampingi dalam penyelesaian Laporan Keuangan Pemkab Sleman. Ia berharap opini WTP atas LKPD tahun 2021 ini dapat semakin memotivasi Pemkab Sleman untuk bekerja dengan lebih baik lagi. Kedepannya, lanjut Kustini, Pemkab Sleman juga berkomitmen untuk melakukan upaya perbaikan dalam pengelolaan keuangan, diantaranya dengan memberikan pendampingan OPD dalam percepatan penyelesaian laporan keuangan.
"Alhamdulillah, Pemkab Sleman juga dapat menyelesaikan Laporan Keuangan tahun 2021 lebih cepat dari waktu yang tentukan, tanpa mengurangi kualitasnya" ujarnya.
Lebih lanjut Kustini menyebutkan bahwa beberapa catatan temuan akan menjadi perhatian Pemkab Sleman. Beberapa hal yang menjadi rekomendasi BPK terkait LHP LKPD tahun 2021 ini juga akan segera ditindaklanjuti sesuai action plan yang telah disampaikan.
Sementara Kepala BPK Perwakilan Provinsi DIY, Jariyatna, mengatakan BPK mengapresiasi Pemkab Sleman yang mampu mempertahankan opini WTP tersebut untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas terkait tata kelola keuangan di Kabupaten Sleman sudah menjadi budaya kerja. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sleman yang mampu menyerahkan LKPD paling awal dibanding Kabupaten/Kota lainnya di DIY.
“Sleman yang tercepat di DIY, lalu disusul oleh Kota Jogja. Saya juga apresiasi tata kelola keuangan yang diselenggarakan oleh Pemkab meyakinkan sekali,” ujarnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program Pengabdian kepada Masyarakat.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.