Bekas TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Penyebab Belum Pasti
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Ilustrasi selter Covid-19 / ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kesehatan Kota Jogja mengemukakan selter utama untuk penanganan pasien COVID-19 di kota itu kini hanya ditempati oleh sekitar 10 pasien dari total kapasitas hingga 84 orang.
“Dari tiga selter yang disiapkan, hanya satu selter yang saat ini masih menampung pasien. Jumlahnya pun tidak banyak,” kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Okto Heru Santosa di Jogja, Senin (21/3/2022).
Kota Jogja mengoperasikan tiga selter untuk penanganan pasien COVID-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala yang tidak bisa menjalani isolasi mandiri di rumah, yaitu di Tower 1 dan Tower 2 Rusunawa Bener dan di Rusunawa Gemawang.
Menurut Okto, puncak keterisian selter penanganan pasien COVID-19 di Kota Jogja terjadi pada pekan kedua dan ketiga Februari 2022. Bahkan saat itu sempat ada antrean pasien untuk masuk ke Tower 1 di Rusunawa Bener.
BACA JUGA: Kantor Grab Jogja Digeruduk Ratusan Ojol, Ini Penyebabnya
“Saat itu sempat ada antrean 29 pasien, sehingga dilakukan perubahan strategi pengisian tiap unit rusunawa dan kemudian Tower 2 dioperasikan, tetapi hanya terisi untuk unit di lantai dua dan tiga saja,” katanya.
Jika selter tidak mampu menampung, katanya, maka pasien akan dialihkan ke selter penanganan yang dikelola oleh Pemerintah DIY, yaitu di Hotel Mutiara.
Sesuai kebijakan operasional, lantai satu di setiap selter diprioritaskan diisi oleh lansia, ibu hamil dan anak-anak, sedangkan lantai di atasnya digunakan untuk warga lain.
Okto menjelaskan pasien yang dirawat di selter tidak hanya warga Kota Yogyakarta, tetapi ada pula pelaku perjalanan dari luar daerah yang menjalani isolasi di selter tersebut.
“Pada awal Februari, justru banyak pelaku perjalanan dari luar daerah yang memanfaatkan selter isolasi karena saat akan kembali ke daerah asal justru mendapat hasil positif tes COVID-19,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan grafik kasus aktif menunjukkan tren penurunan dan sudah melewati puncak kasus.
“Saat ini, temuan kasus berkurang, tetapi kami tetap melakukan testing terhadap kontak erat meskipun memang ada penurunan untuk testing mandiri dari masyarakat,” katanya.
Berdasarkan data, hingga Minggu (20/3/2022) terdapat 790 kasus aktif di Kota Yogyakarta atau berkurang dibanding Sabtu (19/3/2022) dengan 838 kasus aktif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Skor SPI Kementerian ATR/BPN turun 4,58 poin dalam dua tahun menjadi 71,30 pada 2025 dan masuk kategori rentan menurut KPK.
BYD Atto 2 2027 mendapat varian dengan jarak tempuh 501 km dan motor 70 kW. Denza Z9S mengklaim daya jelajah hingga 1.100 km CLTC.
Satgas ODC mengejar KKB pelaku penembakan empat warga sipil di dua lokasi Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Pencarian perjalanan 7–13 hari sebelum keberangkatan naik 25%. Simak pilihan wisata spontan di Antalya, pesisir Aegea, hingga Bodrum, Turki.
Pemkab Sleman menyalurkan hibah Rp166,5 juta kepada 32 LKS pada 11 Juni 2026. Dana diberikan melalui rekening masing-masing lembaga.