Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Petugas SAR Satlinmas saat mencari keberadaan Sapuan, Koki asal Solo yang hilang di Pantai Siung. Foto diambil Kamis (31/3/2022)/Istimewa SAR Satlinmas Wilayah I DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pengunjung pantai yang melakukan padusan diminta untuk berhati-hati terhadap potensi kecelakaan laut. Salah satu kecelakaan yang terjadi adalah tebing runtuh dan menimpa wisatawan hingga meninggal dunia.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, Jumat (1/4/2022) mengatakan keindahan alam di kawasan pantai juga menyimpan potensi bahaya. Selain ancaman terseret arus laut, juga ada potensi tebing perbukitan runtuh. “Kami meminta wisatawan untuk tidak bermain atau berteduh di bawah tebing,” kata Marjono, Jumat siang.
Ia menceritakan, tebing longsor pernah terjadi di Pantai Sadranan di Kalurahan Sidoharjo, Tepus pada saat padusan di 2015 lalu. Saat itu, ada empat korban meninggal dunia karena tertimpa tebing yang runtuh karena terkikis air laut.
“Pada saat kejadian kami harus berjibaku mengevakuasi para korban. Selain menurunkan alat berat, guna memudahkan pencarian juga sempat menerjunkan anjing pelacak,” ungkapnya.
Marjono menambahkan, untuk antisipasi agar kejadian sama tidak terulang, sudah memasang papan peringatan di area berbahaya. “Sekarang masih landai, tapi kemungkinan baru ramai setelah Shalat Jumat,” katanya.
Baca juga: Koki Asal Solo Belum Ditemukan, Area Pencarian Diperluas hingga Pacitan
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto menambahkan, pada saat tradisi padusan ada potensi kenaikan gelombang yang tingginya mencapai empat meter. Pengunjung diminta mewaspadai fenomena ini saat berwisata aman dan bisa sampai di rumah dengan selamat. “Informasi dari BMKG ada kenaikan gelombang di Pantai Selatan,” katanya.
Menurut dia, seluruh anggota SAR berjumlah 64 anggota disiagakan. Puluhan personil dikerahkan untuk pengawasan dari Pantai Poktunggal hingga kawasan Pantai Gesing di Kapanewon Panggang.
Menurut dia, pengawasan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan, tapi juga untuk memastikan pengunjung menaati protokol kesehatan. Upaya ini sebagai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus corona.
“Pandemi masih berlangsung. Kami akan terus mengimbau pengunjung menaati protokol kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Indonesia tampil di final sepak takraw dan padel serta masih punya peluang medali dari panjat tebing.
Kenali 6 tanda ban kendaraan harus diganti, mulai TWI, retakan, benjolan, tekanan angin hingga getaran saat berkendara.
ChatGPT kini punya fitur virtual try-on untuk melihat pakaian pada foto pengguna. Simak cara pakai dan batasannya sebelum membeli.
Harga tiket final Indonesia vs Thailand mulai Rp250 ribu hingga Rp1 juta. Cek kategori, syarat Garuda ID, dan cara belinya.
DIY dinilai memiliki SDM dan teknologi yang memadai untuk mengembangkan Smart Province, dengan tantangan utama pada integrasi, regulasi, dan kolaborasi.