Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Ilustrasi kehidupan masyarakat Jawa./Istimewa-Dinas Kebudayaan DIY
Harianjogja.com, JOGJA-Dalam kehidupan masyarakat Jawa khususnya Jogja, banyak mitos yang masih dipercaya hingga saat ini. Mitos yang sebenarnya tidak bisa dijelaskan secara logika ini seakan masih tetap ngetren dalam kehidupan yang sudah memasuki era milenial seperti sekarang.
Biasanya, mitos Jawa juga dibumbui dengan kata-kata "ora ilok". Kata ini untuk menegaskan sesuatu yang dilarang atau memberikan batasan apakah sesuatu hal boleh dilakukan atau tidak.
Contoh mitos dalam masyarakat Jawa seperti dalam kalimat berikut, "Ojo lungguh neng tengah lawang (jangan duduk di tengah pintu), ora ilok". Menurut kepercayaan orang Jawa, larangan duduk di tengah pintu diyakini membuat seseorang jauh dari jodoh.
Jika dipahami dengan logika, alasan larangan duduk di tengah pintu seakan tidak masuk akal. Sulit dijelaskan secara komprehensif. Namun nyatanya hal itu diyakini secara turun-temurun, bahkan hingga saat ini.
Baca juga: Jogja, Ujung Tombak Memasifkan Aksara Jawa di Ranah Digital
Masyarakat yang mendengar kata ora ilok seakan sudah tidak mempermasalahkan hal itu dan tidak panjang lebar mempertimbangkannya. Hal itu seperti sudah dianggap sebagai pengontrol kehidupan masyarakat Jawa karena memiliki makna yang tidak lazim jika dilakukan.
Berikut ini mitos Jawa yang masih sering diucapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari:
1. Ojo mangan brutu, marai lalen (Jangan makan brutu, bisa jadi pelupa).
2. Ojo lungguh tengah lawang, mundak ora payu rabi (Jangan duduk di tengah pintu, bikin tidak laku nikah).
3. Nek nyapu sing resik ben bojone ora brewoken (Kalau menyapu yang bersih jangan menyisakan sampah, supaya dapat suami yang tidak brewokan).
4. Nek turu ojo mujur ngalor, ora ilok (Kalau tidur jangan posisi kepala di utara).
5. Ora ilok turu sore-sore (Tidak baik tidur di waktu sore).
6. Ojo nyapu wayah bengi, ora ilok. (Jangan menyapu di malam hari).
Mitos Jawa apalagi yang masih sering terdengar di daerah tempat tinggalmu?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.