Dampak Gempa NTT M7,7: 47 Orang Tewas, 5.000 Warga Mengungsi
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.
Ilustrasi pelajar yang terlibat tawuran geng sekolah./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Disdikpora DIY menyebut geng yang mengatasnamakan sekolah sepenuhnya di luar jangkauan karena mereka beraktivitas di luar jam belajar. Namun upaya pencegahan terus dilakukan, salah satunya dengan memperbanyak volume kegiatan.
BACA JUGA: Polisi: Hampir Semua Sekolah di Jogja Punya Geng Pelajar, Sebagian Brutal
“Itu [keberadaan geng] di luar sekolah, enggak ada di sekolah, tidak ada sekolah yang mengizinkan geng. Pasti mereka di luar sekolah, kalau yang kemarin [pelaku kekerasan jalanan di Gedongkuning] usianya di atas anak sekolah,” kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya saat ditanya keberadaan geng pelajar, Selasa (12/4/2022).
Sebelumnya, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengatakan polda dan seluruh polres di DIY sudah memiliki data geng sekolah, yang menunjukkan hampir di setiap sekolah di Jogja memiliki geng. “Hanya, sifatnya ada yang masih manis-manis atau ada yang sudah berubah brutal,” ujarnya
Didik mengatakan jika ada anak usia sekolah atau menjadi siswa suatu sekolah terdeteksi sebagai anggota geng, bisa jadi itu akibat aktivitas mereka di luar sekolah dan pengaruh alumni. Dia menegaskan sekolah telah mengantisipasi secara ketat untuk mencegah adanya kelompok geng pelajar.
“Mereka [geng] jauh di luar sekolah, mungkin mereka masih sekolah karena belum lulus. Mereka alumni yang sama juga bisa jadi. Yang pasti di sekolah tidak mengizinkan adanya geng, kemudian sekolah melarang anak yang ke sekolah membawa motor ada aturannya sebagai pencegahan,” ucapnya.
Selain itu sejak awal masuk sekolah, terutama SMA, semua siswa harus menandatangani perjanjian tentang sanksi yang akan diberikan sesuai tingkat pelanggarannya. Setiap siswa yang melanggar akan mendapatkan poin tertentu dan ada indikator jenis sanksi yang diberikan.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Identifikasi Pelaku Kekerasan Jalanan, Bupati: Mengenali Mereka itu Mudah
Ia menyatakan upaya pencegahan dilakukan dengan memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sehingga banyak siswa di Jogja dan sekitarnya tak ikut geng sekolah. Melalui kegiatan ini siswa diharapkan lebih fokus pada kegiatannya.
“Sekolah mendorong siswa ikut kegiatan pengembangan diri ekstrakurikuler, sehingga mereka semua bisa ditampung, potensi bisa dikembangkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.