Advertisement
Pemkab Bantul Identifikasi Pelaku Kekerasan Jalanan, Bupati: Mengenali Mereka itu Mudah
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih - Harian Jogja/Dok.
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan dan kejahatan jalanan.
Dari hasil rapat bersama Forkompimda Bantul, Senin (11/4/2022), Bupati Bantul Abdul Halim Muslik berencaa mengumpulkan semua kepala SMP dan SMA/SMK sederajat untuk membahas soal langkah antisipasi tersebut.
Advertisement
"Untuk menindaklanjuti instruksi, perintah Ngarsa Ndalem agar bupati, wali kota se-DIY melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan aksi kriminal jalanan atau kejahatan jalanan," kata Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, Selasa (12/4/2022).
BACA JUGA: Bantul Buka Layanan Vaksin Sambil Ngabuburit Plus Dapat Takjil Gratis
Selain mengumpulkan seluruh kepala sekolah, Halim mengatakan Pemkab juga bakal mengidentifikasi pelaku-pelaku kekerasan dan kejahatan jalanan. "Kami identifikasi pelaku-pelaku ini, semua pelaku kejahatan jalanan sudah tertulis semua. Data by name by addres-nya itu sudah ada di sekolah masing-masing," tandasnya
"Melihat mereka, mengenali mereka itu sangat mudah. Coba diidentifikasi, anak-anak yang memiliki perilaku khusus ini dari anak siapa, dari lingkungan seperti apa," ucap Halim.
Setalah diketahui peta, pola gerakan hingga latar belakang pelakunya, Halim menyampaikan komite sekolah nantinya akan diajak untuk melakukan pengawasan. "Nanti kami ajak berembuk, ini lo nama-nama ini yang harus diawasi, disadarkan," ujar dia.
"Harus dikembalikan kepada orang tua, orang tua tidak boleh lepas tangan. Harus terlibat. Maka kami memgimbau setiap jam 22.00 WIB harus melihat anaknya ada di mana. Jangan sampai mereka ikut geng-geng yang enggak jelas itu," ucap dia.
BACA JUGA: Peternak Sapi Srandakan Pilih Tak Jual Sapinya saat Lebaran, Ini Alasannya
Selain itu, penguatan bimbingan konseling juga menjadi salah satu strategi yang diambil Pemkab Bantul dalam penanggulangan kejahatan jalanan.
Dijelaskan Halim, anak-anak tersebut terus di-treatment dan diprioritaskan. "Jadi orang tua, sekolah ini merupakan basis pencegahan yanh kita pandang paling dekat dan paling efektif," tuturnya.
Tak hanya itu, beberapa upaya lain juga digalakkan oleh Pemkab. Di antaranya adalah peningkatan peran petugas Linmas dan sukarelawan.
Sementara soal penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan jalanan, Halim menegaskan harus jalan terus. Walaupun pelakunya anak-anak tetap harus ditindak karena sudah membahayakan.
"Memang anak-anak tidak boleh dipidana seperti layaknya orang dewasa, iya. Tetapi ketika mereka sudah melakukan tindakan yang membahayakan ya harus ditangkap, harus dihukum. Tentu dengan hukuman anak," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Merespons Latihan AS-Korsel, Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Dishub DIY Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang
- 208 Dapur MBG DIY Dihentikan, SLHS Jadi Syarat Operasional
- Dinkes Sleman Siagakan Fasyankes 24 Jam Saat Lebaran 2026
- Jelang Lebaran, Karyawan PT SAK Tuntut Sisa Gaji Dibayar
- 7.993 Siswa SMP di Gunungkidul Bersiap Ikuti TKA April 2026
Advertisement
Advertisement







