Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Ilustrasi/Istimewa-Polsek Banguntapan
Harianjogja.com, SLEMAN—Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berupaya mengurangi aksi klithih atau kejahatan jalanan yang dilakukan oleh sekelompok remaja di Jogja dengan pelatihan pemberdayaan psikis dan perilaku melalui implementasi program Sekolah Anti Klithih (Setiti).
Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika yang tergabung dalam Kelompok Setiti, Aziz Muzaki menjelaskan mereka berupaya mereduksi klithih melalui pelatihan pemberdayaan psikis dan perilaku yang diwadahi dalam Setiti yang berbasis aplikasi ponsel. Dalam program ini sekolah digandeng sebagai mitra.
BACA JUGA: Lurah di Gunungkidul Pakai Uang Korupsi JJLS untuk Foya-foya & Bayar Utang
“Sekolah sebagai mitra kegiatan ini juga mengharapkan adanya media sebagai wadah konseling agar guru Bimbingan Konseling [BK] dan pelajar dapat berkomunikasi dari hati ke hati,” ujarnya, Rabu (13/10/2021).
Menurutnya, selama ini berbagai upaya pencegahan telah dilakukan guru untuk mengurangi aksi klithih, seperti razia di sekolah atau di komunitas, serta pembatasan jam operasional kegiatan bermasyarakat. Namun solusi itu belum mampu menekan aksi klithih.
Anggota kelompok lainnya, Hajidah Salsabila Allissa Fitri mengatakan kelompoknya menggandeng MAN 3 Sleman sebagai sekolah mitra kerja dengan harapan para siswa dapat berperan aktif sehingga transfer ilmu yang diperoleh dari program tersebut dapat dirasakan. “Sehingga membawa pengaruh baik kepada pelajar lain,” ujarnya.
Kelompok ini membuat modul Setiti yang diwadahi dalam mobile application sebagai media edukasi anti-klithih. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan sasaran menerima ilmu yang ditransfer yang memuat fitur akses modul, akses buku pedoman dan unggah video beserta poster.
BACA JUGA: Musim Hujan Tiba Lebih Awal di DIY, Ini Perkiraan BMKG
Putri Milenia Gusdian mengatakan dalam program monitoring dan pendampingan, siswa dapat berinteraksi secara santai atau bahkan melakukan konseling tentang hal-hal yang meninggalkan trauma bagi para pelajar. “Kegiatan ini menjadi salah satu langkah pendekatan guru BK dengan pelajar sehingga tercipta hubungan yang baik antara pelajar dan pihak sekolah,” katanya.
Karya ini meraih dana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Manchester United mengumumkan rekap transfer musim panas 2026. Enam pemain baru direkrut, sementara 12 pemain meninggalkan Old Trafford.
Becak listrik di Jogja dinilai nyaman oleh pengemudi dan penumpang. Perawatan rutin disebut menjadi kunci agar kendaraan tetap optimal.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Kementerian PU menangani 492 titik kekeringan di Indonesia, menyediakan air bersih bagi 155.228 jiwa dan menyelamatkan 22.210 hektare sawah.