Advertisement
Arus Mudik Kulonprogo 2026 Lancar, Pemudik Lebih Memilih Jalur Utara
Petugas di Pos Terpadu Temon Kulonprogo bersiaga untuk memastikan jalur lancar dan apabila ada pemudik istirahat bisa dimanfaatkan, Selasa (17/3/2026) Harian Jogja - Khairul Ma'arif
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO — Arus mudik Kulonprogo 2026 yang masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pintu perbatasan terpantau masih lancar tanpa kepadatan berarti. Meski volume kendaraan mulai meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri, kondisi lalu lintas di jalur selatan cenderung landai, sementara jalur utara menunjukkan pergerakan yang lebih padat.
Perbedaan volume kendaraan tersebut terlihat jelas di sejumlah titik masuk, di mana jalur utara menjadi rute favorit pemudik dibandingkan jalur selatan Kulonprogo.
Advertisement
Berdasarkan data traffic counting Back Office Smart Province DIY sejak Selasa (17/3/2026) dini hari hingga pukul 11.00 WIB, jalur utara mencatat jumlah kendaraan paling tinggi.
"Perbedaan mencolok pada jumlah kendaraan di beberapa titik pintu masuk. Seperti Gerbang Samudra Raksa Kalibawang menjadi jalur favorit dengan total 10.305 kendaraan yang melintas sejak pukul 00.00 WIB," ujar Kasubdit Kamsel Polda DIY, AKBP Widya saat ditemui di Pos Terpadu Temon milik Polres Kulonprogo, Selasa (17/3/2026).
BACA JUGA
Sementara itu, arus kendaraan di jalur selatan tercatat lebih rendah, dengan Jalur Congot Temon dilalui 3.839 kendaraan dan Jalur Sindutan Temon sebanyak 656 kendaraan yang masuk ke Kulonprogo.
Gerbang Samudra Raksa sendiri merupakan akses utama yang menghubungkan Kulonprogo dengan wilayah Magelang, Jawa Tengah, sedangkan Jalur Congot dan Sindutan Temon menjadi penghubung menuju Purworejo.
Widya menjelaskan, distribusi arus lalu lintas yang lebih merata ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya pilihan jalan nasional dengan kondisi infrastruktur yang baik.
"Terbaginya arus lalu lintas ini disebabkan oleh banyaknya pilihan akses jalan nasional yang kini memiliki kondisi aspal yang sangat baik. Selain itu, keberadaan jalur tol yang mampu memangkas waktu perjalanan menuju Prambanan hingga 20-30 menit menjadi daya tarik utama bagi pemudik untuk memilih jalur sisi timur atau utara dibandingkan jalur Kulonprogo," lanjut Widya.
Selain faktor infrastruktur, perubahan preferensi moda transportasi juga turut memengaruhi kelancaran arus mudik Kulonprogo 2026, termasuk meningkatnya penggunaan kereta api, program mudik gratis, serta optimalisasi operasional Bandara YIA.
Dengan berbagai alternatif tersebut, pemudik tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi, sehingga kepadatan di jalur darat dapat ditekan.
Meski kondisi lalu lintas relatif terkendali, pihak kepolisian tetap mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara. Hingga saat ini, tercatat dua kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Kulonprogo selama Operasi Ketupat, dengan kategori luka ringan.
"Hingga saat ini, tercatat telah terjadi dua insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Kulonprogo dalam periode Operasi Ketupat, dengan kategori luka ringan," ungkapnya.
Ke depan, puncak arus mudik Kulonprogo 2026 diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3/2026), sehingga masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan secara bijak.
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah juga diharapkan mampu membantu mendistribusikan arus kendaraan agar tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.
"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan, bukan kecepatan. Patuhi aturan serta rambu-rambu lalu lintas, termasuk petunjuk jalur alternatif yang telah disiapkan petugas di lapangan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








