SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Deklarasi Des Ganjar digelar di Taman Madu Bronto, Dusun Kepek 1, Desa Banyusoco, Kleyen, Gunungkidul, Selasa (10/5/2022)/ist
Harianjogja.com, JOGJA- Deklarasi dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk maju sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang terus mengalir. Sejumlah warga membentuk relawan di setiap desa. Mereka tergabung dalam Relawan Desa untuk Ganjar atau Des Ganjar.
Des Ganjar diisi oleh berbagai elemen masyarakat yang mewakili Lima Kabupaten/Kota di DIY. Deklarasi digelar di Taman Madu Bronto, Dusun Kepek 1, Desa Banyusoco, Kleyen, Gunungkidul.
Ketua relawan Des Ganjar DIY, Wahyudi mengatakan masyarakat DIY mendukung Ganjar karena sosoknya yang berwibawa, cerdas dan mampu merangkul semua lapisan masyarakat. "Beliau pemimpin yang disegani dan disayangi. Pak Ganjar bisa merangkul semuanya, bisa ke masyarakat kecil, petani, penambang pasir bahkan UMKM," ujarnya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (11/5/2022).
Menurut Wahyudi, Ganjar merupakan pemimpin berprestasi, humanis dan peduli kepada masyarakat desa. Dia mengajak masyarakat desa di DIY untuk mendukung Ganjar menjadi presiden periode 2024-2029. Wahyudi pun mengutip perkataan mantan Wakil Presiden sekaligus tokoh Bangsa Indonesia, Bung Hatta.
"Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa. Dan kami sudah menyiapkan strategi untuk memenangkan pak Ganjar," kata Wahyudi.
Baca juga: Survei: Ganjar Paling Unggul di Jogja dan Jateng
Deklarasi juga dimeriahkan dengan senam massal yang dihadiri para wanita, penampilan Reog Nawangsih, Tari Mulatsari, kesenian tradisional Gejog Lesung - Gambyong Mari Kangen, tausyiah keislaman dan dorprize. Selain itu, ada juga parade budaya ‘Bregodo Lombok Ijo’ serta pawai makanan tempo dulu.
Menurut Wayhudi, parade makanan tempo dulu yang disajikan terdiri dari 20 jenis makanan ringan, di antaranya Brangkal yakni singkong yang diracik dengan bumbu khas. Lalu, Thiwul Ayu, Mendut Ketan, Apem, Arem-Arem, Cucur, Wajik dan makanan berat bernama Sego Berkat yakni makanan nasi dengan lauknya yang dibungkus dengan daun jati.
Makanan yang disajikan kebanyakan dibungkus dengan dedaunan khususnya daun Jati. Hal itu telah dilakukan masyarakat tempo dulu. Menurutnya, hal ini juga dimunculkan untuk mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik pada bungkus makanan. "Kami semua sajikan dan gratiskan bagi warga yang hadir. Tadi yang hadir ada lebih dari 800 orang," katanya. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI menggelar panen raya jagung di Desa Binaan Imigrasi di Semin
IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke 6.121,70 pada Selasa (29/9/2026), mengikuti pelemahan bursa Asia.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.