Pemda DIY Belum Terbitkan SE Baru Hantavirus, Warga Diminta Waspada
Pemda DIY belum menerbitkan SE baru terkait hantavirus. Dinkes tetap meningkatkan pengawasan dan mengimbau warga menerapkan PHBS.
Seorang nelayan Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul memperbaiki jaring lantaran tak bisa melaut karena gelombang tinggi, Rabu (8/6/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, SLEMAN—Gelombang tinggi diperkirakan masih menerjang pantai DIY sampai 19 Juli 2022 dan akan surut keesokan harinya.
Kepala Kelompok Forecaster BMKG YIA Romadi mengatakan tinggi gelombang akan mencapai 4-6 meter.
BACA JUGA: Cuma Punya 25 Murid, SD Negeri di Gunungkidul Ini Akhirnya Ditutup
Kemudian pada 20 Juli 2022 tinggi gelombang diperkirakan mulai turun menjadi kisaran 2,5-4 meter. “Kami prediksi sampai 19 Juli masih cukup tinggi 4-6 meter,” ucapnya kepada Harian Jogja, Senin (18/7/2022).
Potensi gelombang tinggi memang sudah diprediksi akan muncul pada 10 Juli - 19 Juli 2022. Gelombang rob diperkirakan akan naik dua meter, lalu pada 16 Juli 2022 terjadi pola tekanan tinggi di barat daya Australia.
Low pressure atau tekanan rendah di barat daya Sumatera dan monsoon Australia menyebabkan angin timuran lebih dominan bulan ini.
“Ini menambah gelombang laut di pesisir Selatan,” ujarnya.
BACA JUGA: Sudah Bertahun-tahun, Relokasi Pelaku Usaha di Pantai Bantul Selalu Gagal
Gelombang tinggi atau rob di Pesisir Selatan dia sebut rata-rata maksimum terjadi pada pukul 8.00 WIB pagi sampai dengan 11.00 WIB atau 12.00 WIB. Setelah itu, gelombang kembali melandai.
Sementara, hujan kemungkinan masih akan turun di wilayah DIY. Namun, ancaman bencana hidrometeorologi masih sangat kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY belum menerbitkan SE baru terkait hantavirus. Dinkes tetap meningkatkan pengawasan dan mengimbau warga menerapkan PHBS.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.