Advertisement
Cuma Punya 25 Murid, SD Negeri di Gunungkidul Ini Akhirnya Ditutup

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pendidikan Gunungkidul menutup kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Candirejo 2 di Dusun Blembem, Candirejo, Semin. Para siswa dipindahkan ke sekolah lain yang terdekat. Penggabungan ini merupakan langkah awal karena masih ada 14 SD yang akan digabung dengan sekolah lain.
Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Taufik Aminunddin mengatakan, terus melakukan kajian berkaitan dengan wacana penggabungan sekolah. Pasalnya, hingga sekarang banyak sekolah yang mengalami kekurangan murid.
Advertisement
Berdasarkan kajian yang dilakukan, ada 15 SD yang berpotensi digabung. Hingga pertengahan Juli ini, baru SD Negeri Candirejo 2 di Kalurahan Candirejo, Semin yang siswanya digabungkan dengan sekolah lain. Adapun penggabungan dilaksankaan di awal Februari lalu.
“Untuk 14 sekolah lainnya belum bisa terlaksana,” kata Taufik, Senin (18/7/2022).
BACA JUGA: Waduh! WhatsApp, Facebook, Instagram Terancam Diblokir Kemkominfo Dua Hari Lagi!
Menurut dia, penggabungan sekolah ini berlangsung cepat karena direncanakan di akhir 2021, tapi pda Februari 2022 sudah bisa terlaksana. “Salah satu faktor digabung karena kekurangan murid,” katanya.
Disinggung berkaitan dengan 14 SD lain yang akan digabung, Taufik mengaku masih melakukan kajian. Ia berpendapat meski ada kekurangan murid tak lantas bisa langsung digabung. “Kita lihat dulu. Misal di kawasan itu ada sekolah lain atau tidak. Yang jelas, apabila dalam tiga tahun jumlah murid kurang dari 60 siswa, maka masuk kajian untuk digabung,” katanya.
Mantan Guru SD Negeri Candirejo 2, Pramesti Utami mengatakan, sekarang pindah mengajar ke SD Negeri Bulurejo 2 di Kapanewon Semin. Ia mengatakan, kepindahan mengajar karena sekolah lama digabung dengan sekolah lainnya. “Dulu saya memang mengajar di SD Negeri Candirejo 2, tapi setelah digabungkan pada Februari lalu, maka pindah ke sekolah lain,” katanya.
Menurut dia, penggabungan dilakukan karena jumlah murid yang tidak memenuhi standar penyelenggaraan belajar mengajar. Sebelum ditutup, total siswa dari kelas satu hingga enam berjumlah 25 anak. “Idealinya satu rombongan belajar dalam satu kelas ada 20 anak, tapi itu tidak bisa terpenuhi,” katanya.
Pramesti mengungkapkan, pasca-penggabungan siswa di SD Negeri Candirejo 2 pindah ke sekolah lain yang masih di Kalurahan Candirejo. “Paling banyak ke SD Negeri Candirejo 1,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Srandakan Bantul Tangkap Pencuri Sepeda Motor
- Polda DIY Catat Titik Arus Balik Tertinggi ada di Tempel
- Lurah di Gunungkidul Wajib Bikin LHKPN ke KPK
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
Advertisement
Advertisement