Advertisement

Saksi Ungkap Dana Hibah Pariwisata Sleman Tak Terkait Pilkada

Ariq Fajar Hidayat
Senin, 02 Maret 2026 - 17:17 WIB
Maya Herawati
Saksi Ungkap Dana Hibah Pariwisata Sleman Tak Terkait Pilkada Persidangan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman 2020 di Pengadilan Negeri Jogjaa, Senin (2/3/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sidang dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman 2020 menghadirkan saksi yang menyatakan bantuan tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pemenangan Pilkada. Kesaksian ini disampaikan dalam persidangan mantan Bupati Sleman Sri Purnomo di Pengadilan Negeri Jogja, Senin, (2/3/2026).

Saksi meringankan bernama Nurcahyo, anggota tim pemenangan pasangan Sri Muslimatun–Amin Purnama (paslon 02), menjelaskan dinamika lapangan menjelang pemungutan suara saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.

Advertisement

Ia menegaskan kucuran dana hibah pariwisata dari pemerintah pusat tidak disalahgunakan untuk mendongkrak suara pasangan calon tertentu dalam kontestasi politik lokal saat itu.

Nurcahyo memaparkan bahwa tim pemenangan mengetahui adanya penyaluran dana hibah pariwisata, tetapi isu tersebut tidak pernah menjadi prioritas dalam pembahasan strategi internal.

Berdasarkan diskusi tim kecil, kucuran dana tersebut justru dipandang sebagai upaya pengalihan perhatian dari tantangan utama yang dihadapi paslon 02.

Ia juga mengaku tidak pernah menerima laporan valid, baik dari relawan maupun masyarakat, terkait mobilisasi dana hibah untuk memperkuat posisi pasangan nomor urut 03, Kustini Sri Purnomo–Danang Maharsa.

“Kami tidak dengar. Justru yang kami dengar, dari beberapa orang Partai Golkar, binaan konstituennya juga mendapatkan dana hibah pariwisata. Sehingga kami melihat dana hibah pariwisata itu relatif merata,” tutur Nurcahyo di hadapan majelis hakim.

Ia menambahkan partai pengusung paslon 02 seperti Nasdem dan Golkar juga memiliki basis massa yang menerima kucuran hibah melalui program aspirasi anggota dewan.

Kondisi tersebut dinilai sebagai mekanisme rutin anggota legislatif dalam menjaga konstituen di wilayah binaannya sehingga tidak ada indikasi dominasi oleh satu kubu politik tertentu.

Terkait dengan kekalahan pasangan Sri Muslimatun–Amin Purnama dalam Pilkada Sleman 2020, saksi menilai terdapat faktor fundamental lain yang jauh lebih berpengaruh dibandingkan persoalan dana hibah pariwisata. Salah satu faktor utama adalah tidak terbangunnya koalisi antara Sri Muslimatun dengan tokoh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Agus Choliq, yang berdampak pada peta dukungan suara.

Selain itu, Nurcahyo mengakui pengaruh kepemimpinan Sri Purnomo yang melekat pada pasangan nomor urut 03 serta militansi mesin partai PDI Perjuangan menjadi tantangan besar yang sulit ditembus oleh lawan politik saat itu.

Dalam dialog dengan Ketua Majelis Hakim Melinda Aritonang, saksi kembali menekankan bahwa distribusi dana hibah di Sleman menjangkau berbagai lapisan masyarakat lintas dukungan partai. Karena sifatnya yang merata di hampir seluruh wilayah, pihak paslon 02 tidak pernah menjadikan dana hibah pariwisata sebagai materi kampanye atau alat menyerang rival politik.

Fokus tim, menurutnya, tetap pada penguatan konsolidasi internal serta agenda kampanye utama sejak awal pencalonan.

Meski informasi mengenai dana hibah mulai terdengar sekitar tiga bulan sebelum hari pencoblosan, saksi menegaskan tidak pernah ada upaya memanfaatkan bantuan tersebut untuk meraih simpati pemilih.

Pada hasil akhir Pilkada Sleman 2020, pasangan Kustini Sri Purnomo–Danang Maharsa meraih kemenangan dengan perolehan 38,46 persen suara, mengungguli Sri Muslimatun–Amin Purnama yang memperoleh 31,34 persen suara. Selisih tersebut, menurut saksi, lebih dipengaruhi konstelasi politik dan figur kepemimpinan dibandingkan dampak langsung dana hibah pariwisata Sleman.

Persidangan kasus dana hibah pariwisata Sleman ini masih berlanjut dengan menghadirkan sejumlah saksi lainnya guna mengungkap fakta hukum secara menyeluruh terkait dugaan korupsi yang menjerat mantan Bupati Sleman tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat di Indonesia, Ini Jadwalnya

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Terlihat di Indonesia, Ini Jadwalnya

News
| Senin, 02 Maret 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Wisata
| Minggu, 01 Maret 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement