SPMB Gunungkidul 2026 Dibuka, Daya Tampung Sekolah Melimpah
Disdik Gunungkidul memastikan daya tampung sekolah SPMB 2026 mencukupi. Jadwal pendaftaran TK, SD, dan SMP mulai Juni 2026.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari Bantul hingga kini belum beroperasi meski pembangunannya telah rampung sejak Januari 2026. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul menyatakan masih menunggu proses serah terima aset dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia sebelum koperasi nelayan tersebut dapat difungsikan.
Kepala DKP Bantul, Istriyani, menjelaskan seluruh bangunan dan fasilitas KNMP Poncosari saat ini masih menjadi tanggung jawab KKP Republik Indonesia karena belum ada serah terima kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari yang akan ditunjuk sebagai pengelola. Tanpa proses administrasi tersebut, operasional belum bisa dimulai.
"Belum tahu waktu penyerahannya kapan, sampai saat ini semua aset masih jadi tanggungjawab KKP karena belum diserahkan kepada KDMP Poncosari," katanya, Senin (2/3/2026).
Secara fisik, pembangunan KNMP Poncosari Bantul sudah selesai dan dilengkapi berbagai sarana penunjang aktivitas perikanan serta ekonomi nelayan. Fasilitas yang tersedia meliputi sistem rantai dingin ikan, kantor pengelola, kios perbekalan, gudang beku portabel, pabrik es portabel, shelter coolbox, bengkel nelayan, balai nelayan, sentra kuliner, hingga shelter perbaikan jaring.
"Sampai sekarang belum ada info lebih lanjut kapan akan diserahkan dan juga mulai beroperasi. Kami sifatnya menunggu karena itu 100 persen program KKP," kata Istriyani.
Sementara itu, Carik Kalurahan Poncosari, Sunu Aji, mengungkapkan sejak beberapa bulan terakhir tidak ada aktivitas di lokasi KNMP Poncosari karena pembangunan telah dinyatakan rampung. "Sudah selesai semua. Dari bengkel kapal, kantor dan lain-lain. Mungkin menunggu peresmian," ujarnya.
Ia berharap KNMP Poncosari Bantul segera diresmikan agar manfaatnya dapat dirasakan nelayan setempat. Program ini disebut telah lama dinantikan masyarakat karena dirancang sebagai layanan terintegrasi yang memudahkan aktivitas nelayan. "Ya semoga sesuai dengan tujuan pendirian. Karena konsepnya layanan integrasi jadi nelayan lebih dimudahkan," pungkas dia, menandaskan harapan agar operasional segera berjalan sehingga fasilitas yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung rantai distribusi dan penguatan ekonomi pesisir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Gunungkidul memastikan daya tampung sekolah SPMB 2026 mencukupi. Jadwal pendaftaran TK, SD, dan SMP mulai Juni 2026.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu pengunduran diri dan menegaskan tetap menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Psikolog jelaskan sindrom pasca haji yang membuat jamaah merasa rindu dan sulit beradaptasi setelah pulang dari Tanah Suci.
Pemerintah RI memproyeksikan tarif AS ke produk Indonesia bisa mencapai 18% usai investigasi Section 301 Trade Act. Ini penjelasannya.
Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-11 pada 6 Juni 2026, Burz@ Hotel Yogyakarta menyelenggarakan serangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility