DPRD Bantul Minta Pengelola Tambak dan Kolam Ikan Perhatikan Dampak Lingkungan
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari Bantul hingga kini belum beroperasi meski pembangunannya telah rampung sejak Januari 2026. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul menyatakan masih menunggu proses serah terima aset dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia sebelum koperasi nelayan tersebut dapat difungsikan.
Kepala DKP Bantul, Istriyani, menjelaskan seluruh bangunan dan fasilitas KNMP Poncosari saat ini masih menjadi tanggung jawab KKP Republik Indonesia karena belum ada serah terima kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari yang akan ditunjuk sebagai pengelola. Tanpa proses administrasi tersebut, operasional belum bisa dimulai.
"Belum tahu waktu penyerahannya kapan, sampai saat ini semua aset masih jadi tanggungjawab KKP karena belum diserahkan kepada KDMP Poncosari," katanya, Senin (2/3/2026).
Secara fisik, pembangunan KNMP Poncosari Bantul sudah selesai dan dilengkapi berbagai sarana penunjang aktivitas perikanan serta ekonomi nelayan. Fasilitas yang tersedia meliputi sistem rantai dingin ikan, kantor pengelola, kios perbekalan, gudang beku portabel, pabrik es portabel, shelter coolbox, bengkel nelayan, balai nelayan, sentra kuliner, hingga shelter perbaikan jaring.
"Sampai sekarang belum ada info lebih lanjut kapan akan diserahkan dan juga mulai beroperasi. Kami sifatnya menunggu karena itu 100 persen program KKP," kata Istriyani.
Sementara itu, Carik Kalurahan Poncosari, Sunu Aji, mengungkapkan sejak beberapa bulan terakhir tidak ada aktivitas di lokasi KNMP Poncosari karena pembangunan telah dinyatakan rampung. "Sudah selesai semua. Dari bengkel kapal, kantor dan lain-lain. Mungkin menunggu peresmian," ujarnya.
Ia berharap KNMP Poncosari Bantul segera diresmikan agar manfaatnya dapat dirasakan nelayan setempat. Program ini disebut telah lama dinantikan masyarakat karena dirancang sebagai layanan terintegrasi yang memudahkan aktivitas nelayan. "Ya semoga sesuai dengan tujuan pendirian. Karena konsepnya layanan integrasi jadi nelayan lebih dimudahkan," pungkas dia, menandaskan harapan agar operasional segera berjalan sehingga fasilitas yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung rantai distribusi dan penguatan ekonomi pesisir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 5 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.