Memetri Kaistimewan DIY Digelar di Bantul, Ada Aksi Donor Darah Loh!
Memetri Kaistimewan DIY digelar di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu 15 Agustus 2026. Ada senam, donor darah, jathilan, workshop hingga pertunjukan tari kolosal.
Ilustrasi UMKM /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, SLEMAN — Pascapandemi Covid-19, ekonomi masyarakat perlu ditingkatkan, salah satunya melalui kegiatan dan inovasi pengembangan UMKM. Kapanewon Tempel misalnya yang saat ini memiliki Garasi UMKM untuk melakukan pengembangan UMKM di Sleman.
Plt. Panewu Tempel, Suyanto mengatakan Garasi UMKM tersebut dapat bermanfaat dan merupakan salah satu upaya kapanewon memfasilitasi pelaku UMKM di Tempel.
Dia berharap Forkom UMKM Tempel mampu mengelola sarana promosi tersebut. "Termasuk memberikan akses serta pendampingan kepada UMKM di Tempel dari mulai produksi hingga pemasarannya," katanya, Minggu (7/8/2022)
BACA JUGA: Pecah! 4 Vokalis Dewa 19 Tampil Sepanggung
Dijelaskan Suyanto, pengembangan UMKM di Tempel bertujuan untuk mewujudkan One Village, One Product atau memaksimalkan potensi produk khas yang ada di beberapa kalurahan atau desa di Kapanewon Tempel.
Kapanewon Tempel, lanjutnya, memiliki beberapa potensi produk khas yakni dari mulai kuliner seperti yang ada di Lumbungrejo dengan Jadahnya kemudian Banyurejo yakni Bebek Bacem serta Brongkos.
"Kemudian disusul Pondokrejo dengan kerajinan payung dan harapannya daapat disusul dengan Kalurahan lainnya untuk memaksimalkan potensi masing-masing," katanya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan Pemkab Sleman akan melakukan pendataan yang dilanjutkan dengan pembentukan regulasi dan pendampingan kepada UMKM yang beroperasi di wilayah Sleman. Pendataan ini kami lakukan untuk mewujudkan UMKM Sleman naik kelas.
"Untuk mewujudkan UMKM di Sleman bisa naik kelas maka diperlukan kolaborasi antar stakeholder untuk bersama-sama menggerakan dan mengembangkan UMKM. Ini kuncinya," kata Kustini.
Kustini menyontohkan upaya yang dilakukan Kapanewon Tempel agar UMKM bisa naik kelas. Di kapanewon tersebut saat ini terdapat Garasi UMKM Kapanewon Tempel. Keberadaan garasi tersebut untuk mempermudah UMKM di Tempel agar memamerkan sekaligus mempromosikan produknya.
Melalui Forkom UMKM Tempel, Kustini berharap UMKM di Tempel dapat naik kelas melalui digitalisasi sehingga potensi-potensi bisa diangkat melalui teknologi dan Internet.
"Saya berharap dengan inovasi Garasi UMKM dapat menyatukan UMKM di Tempel sehingga mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Memetri Kaistimewan DIY digelar di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu 15 Agustus 2026. Ada senam, donor darah, jathilan, workshop hingga pertunjukan tari kolosal.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.