Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ilustrasi. /Solopo-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA--Ruas Jalan Gambiran Jogja akan diubah menjadi jalan searah dari utara ke selatan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, dengan mengurangi konflik pertemuan antar pengguna jalan sekaligus mengurai kepadatan di jalan tersebut yang kerap terjadi pagi dan sore hari.
"Rencananya, uji coba penerapan jalan searah ini akan kami mulai 30 Agustus, berlaku untuk semua jenis kendaraan tidak ada pengecualian," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Windarto di Jogja, Selasa (16/8/2022).
Perubahan Jalan Gambiran dari dua arah menjadi searah tersebut hanya akan diberlakukan di ruas jalan sisi selatan atau dari simpang empat SPBU Gambiran hingga simpang tiga pertemuan dengan Jalan Pramuka.
Menurut Windarto, Jalan Gambiran yang memiliki lebar 4,5-5 meter tersebut memiliki indeks VCR atau perbandingan antara volume kendaraan dan kapasitas jalan sebesar 0,93 pada pagi dan sore hari atau hampir macet.
Selain itu, pertemuan arus lalu lintas di ujung selatan Jalan Gambiran dengan Jalan Pramuka juga dinilai rawan kecelakaan sehingga diperlukan perubahan manajemen lalu lintas untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
"Kami tidak mengubah Jalan Pramuka menjadi searah ke utara karena justru akan menimbulkan kepadatan di kedua ruas jalan. VCR di Jalan Gambiran tidak akan turun signifikan. Masih di kisaran 0,7 karena semua kendaraan akan masuk ke Gambiran yang tidak terlalu lebar," katanya.
Jika perubahan jalan searah hanya dilakukan di Jalan Gambiran, maka VCR di ruas jalan tersebut dapat turun menjadi 0,4 dan VCR di Jalan Pramuka pun masih cukup rendah yaitu 0,6.
Meskipun demikian, Windarto mengatakan, perubahan Jalan Gambiran menjadi searah hanya merupakan solusi jangka pendek untuk mengatasi kepadatan di ruas jalan tersebut.
"Solusi jangka panjangnya adalah memastikan setiap tempat usaha di sepanjang jalan tersebut memiliki ruang parkir yang memadai. Ada beberapa tempat usaha yang membutuhkan kendaraan berdimensi besar ada pula rumah makan yang selalu ramai dengan konsumen," katanya.
BACA JUGA: Tertangkap Berselingkuh, Dokter PNS di Gunungkidul Dipecat
Perubahan Jalan Gambiran menjadi searah juga dinilai mampu mengurangi kepadatan di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan terutama dari arah timur yang cukup panjang saat pagi hari.
"Kami akan sesuaikan durasi lampu lalu lintas di beberapa titik sehingga arus lalu lintas semakin lancar," katanya.
Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memastikan sudah menyosialisasikan rencana perubahan Jalan Gambiran menjadi searah kepada warga di kawasan tersebut.
"Warga di sepanjang ruas jalan menerima karena masih ada jalan lain yang bisa menjadi alternatif menuju ke utara," katanya.
Intensitas sosialisasi nantinya akan terus ditingkatkan menjelang penerapan uji coba jalan searah dengan pemasangan spanduk dan penyebaran informasi melalui berbagai media.
"Rambu pun sudah kami siapkan dan segera dipasang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.
Jamsostek Award 2026 DIY memberikan penghargaan kepada pemda, kalurahan, serta perusahaan. Simak daftar lengkap para penerimanya.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.