Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
HIV/AIDS/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Kesehatan Gunungkidul terus berupaya mencegah penyebaran kasus HIV-Aids. Salah satunya dengan menggencarkan Voluntary Conseling Test (VCT) di seluruh kapanewon di Bumi Handayani.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Yuyun Ika Pratiwi mengatakan, pemeriksaan VCT menjadi salah satu deteksi dini penularan HIV-Aids. Oleh karenanya, fasilitas ini terus diperluas sehingga seluruh puskesmas di 18 Kapanewon bisa memberikan layanan.
“30 Puskesmas bisa melayani VCT. Jadi, warga yang membutuhkan layanan bisa mendatangi puskesmas terdekat,” kata Yuyun kepada wartawan, Minggu (4/9/2022).
Meski demikian, ia tidak menampik hingga sekarang partisipasi VCT masih minim. Ada beberapa alasan yang membuat warga melakukan tes ini, mulai dari takut, malu dan lain sebagainya.
Baca juga: Ada 1.472 Pengidap HIV di Jogja, Fasilitas Perawatan Akan Ditambah
Guna meningkatkan upaya pengetesan beberapa langkah dilakukan. Salah satunya dengan menyediakan layanan tes keliling sesuai dengan permintaan. Selain itu, juga ada upaya motivasi kepada masyarakat tentang deteksi dini HIV-Aids.
“Yang jelas kami juga menjaga kerahasiaan pasien maupun warga yang ingin mengikuti VCT,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menambahkan, selain adanya layanan fasilitas deteksi dini serta perawatan pengidap HIV-Aids, juga ada upaya sosialisasi pencegahan ke masyarakat. Penyakit ini menular melalui cairan tubuh sehingga ada upaya pencegahan kontak secara langsung, salah satunya melalui hubungan seksual.
Menurut dia, ada beberapa langkah pencegahan mulai dari setia pada pasangan, tidak melakukan seks bebas hingga memakai alat kontrasepsi saat berhubungan badan. “Media juga bisa melalui jarum suntik sehingga tidak boleh menggunakan jarum bekas,” katanya.
Baca juga: Merasa Diprank Lagi, Begini Komentar Warganet soal Kenaikan Harga BBM
Dewi meminta kepada masyarakat untuk tidak berlaku diskriminasi terhadap orang yang mengidap HIV-Aids. Pasalnya, perilaku tersebut bisa berdampak buruk terhadap pasien yang bersangkutan. “Stop diskriminasi karena itu tidak akan menolong dan malah memperparah kondisi pasien,” katanya.
Sejak 2006 hingga sekarang sudah ada 574 kasus penderita HIV dan 282 kasus pengidap Aids. Adapun rincian untuk penderita HIV, sebanyak 324 kasus merupakan pasien laki-laki dan perempuan ada 250 kasus. sedangkan untuk Aids, jumlah pasien laki-laki ada 164 orang dan perempuan sebanyak 118 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita