DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
HIV/AIDS/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Kesehatan Gunungkidul terus berupaya mencegah penyebaran kasus HIV-Aids. Salah satunya dengan menggencarkan Voluntary Conseling Test (VCT) di seluruh kapanewon di Bumi Handayani.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Yuyun Ika Pratiwi mengatakan, pemeriksaan VCT menjadi salah satu deteksi dini penularan HIV-Aids. Oleh karenanya, fasilitas ini terus diperluas sehingga seluruh puskesmas di 18 Kapanewon bisa memberikan layanan.
“30 Puskesmas bisa melayani VCT. Jadi, warga yang membutuhkan layanan bisa mendatangi puskesmas terdekat,” kata Yuyun kepada wartawan, Minggu (4/9/2022).
Meski demikian, ia tidak menampik hingga sekarang partisipasi VCT masih minim. Ada beberapa alasan yang membuat warga melakukan tes ini, mulai dari takut, malu dan lain sebagainya.
Baca juga: Ada 1.472 Pengidap HIV di Jogja, Fasilitas Perawatan Akan Ditambah
Guna meningkatkan upaya pengetesan beberapa langkah dilakukan. Salah satunya dengan menyediakan layanan tes keliling sesuai dengan permintaan. Selain itu, juga ada upaya motivasi kepada masyarakat tentang deteksi dini HIV-Aids.
“Yang jelas kami juga menjaga kerahasiaan pasien maupun warga yang ingin mengikuti VCT,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menambahkan, selain adanya layanan fasilitas deteksi dini serta perawatan pengidap HIV-Aids, juga ada upaya sosialisasi pencegahan ke masyarakat. Penyakit ini menular melalui cairan tubuh sehingga ada upaya pencegahan kontak secara langsung, salah satunya melalui hubungan seksual.
Menurut dia, ada beberapa langkah pencegahan mulai dari setia pada pasangan, tidak melakukan seks bebas hingga memakai alat kontrasepsi saat berhubungan badan. “Media juga bisa melalui jarum suntik sehingga tidak boleh menggunakan jarum bekas,” katanya.
Baca juga: Merasa Diprank Lagi, Begini Komentar Warganet soal Kenaikan Harga BBM
Dewi meminta kepada masyarakat untuk tidak berlaku diskriminasi terhadap orang yang mengidap HIV-Aids. Pasalnya, perilaku tersebut bisa berdampak buruk terhadap pasien yang bersangkutan. “Stop diskriminasi karena itu tidak akan menolong dan malah memperparah kondisi pasien,” katanya.
Sejak 2006 hingga sekarang sudah ada 574 kasus penderita HIV dan 282 kasus pengidap Aids. Adapun rincian untuk penderita HIV, sebanyak 324 kasus merupakan pasien laki-laki dan perempuan ada 250 kasus. sedangkan untuk Aids, jumlah pasien laki-laki ada 164 orang dan perempuan sebanyak 118 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual