Jadi Kepala Dinas, Eling Priswanto Ungkap PR Besar Pariwisata DIY
Eling Priswanto resmi memimpin Dinas Pariwisata DIY. Ia menyoroti aktivasi Bandara YIA hingga peluang direct flight.
Proses pemeliharaan aliran Selokan Mataram, Senin (12/9/2022)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, SLEMAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyebut keringnya sumur warga di sekitar Selokan Mataram di luar perkiraan mereka.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan mestinya sumur warga tidak kering akibat penghentian sementara aliran untuk pemeliharaan.
Akan tetapi karena pada hujan sebelumnya air tidak terlalu banyak maka sumur warga menjadi kering. Aliran sungai Selokan Mataram bukan satu-satunya sumber air untuk sumur warga. "Kalau kekeringan [sawah] iya pasti. Sudah ada sosialisasi sebelumnya. Kalau yang enggak terduga ini, kekeringan sumur ini," ucapnya kepada Harianjogja.com, Senin (12/9/2022).
BACA JUGA: Air di Selokan Mataram Dimatikan, BPBD Sleman Dropping Air ke Desa Susukan II
Untuk itu, BPBD Sleman saat ini berupaya menyuplai kebutuhan air warga melalui tampungan hidran umum (HU). Jika air HU habis, nantinya melalui kepala dukuh akan melapor ke BPBD Sleman dan pengisian air akan segera dilakukan. "Itu kan banyak. Ada 16 HU tergantung kebutuhannya. Hari ini kalau enggak salah sore hari, ada laporan dua HU [airnya] berkurang," jelasnya.
Diperkirakan pada akhir Oktober 2022 aliran sungai di Selokan Mataram sudah kembali normal. Dibutuhkan waktu sekitar seminggu sampai air di sungai bisa meresap ke sumur-sumur warga."Jadi diperkirakan akhir Oktober sudah dialiri kembali, artinya pembangunan sudah selesai," tuturnya.
Penghentian sementara aliran sungai ini berdampak ke tiga dusun yakni Dusun Susukan II, Seyegan; serta dua dusun di Banyurejo, yakni Dusun Tangisan dan Dusun Jambean.
Salah satu warga Susukan II Hanif, mengatakan sumur warga sudah kering dua minggu ini. "Dampaknya itu sudah dua mingguan. Tandon air baru beberapa hari. Dua minggu terasa airnya butek [keruh] seminggu sebelum ini sudah asat [surut]," ucapnya ditemui di rumahnya di Susukan II.
Air di sumur warga baru kembali terisi saat hujan, untuk kebutuhan satu sampai dua hari. Sebelumnya tidak ada sosialisasi terkait dengan dampak pemeliharaan Selokan Mataram ke sumur warga. "Gak ada sosialisasi kalau sumur kering. Hanya pemberitahuan 1 Agustus Selokan mati tiga bulan," ucapnya.
Warga Susukan II lainnya, Ika Lestari mengatakan perbaikan Selokan Mataram baru dilakukan sekali ini. Sebelumnya tidak ada sosialisasi dampak pembangunan ke sumur warga. "Sebelumnya enggak ada sosialisasi kalau nanti kekeringan [sumur]. Tahu-tahu sudah pada keruh, untung ketahuan kalau enggak Sanyo [pompa air] kebakar karena gak tahu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eling Priswanto resmi memimpin Dinas Pariwisata DIY. Ia menyoroti aktivasi Bandara YIA hingga peluang direct flight.
Harga cabai merah besar di tingkat petani Bantul anjlok menjadi Rp8.000 per kilogram akibat pasokan melimpah saat panen bersamaan.
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.
Seto Nurdiantoro dipercaya menjadi Direktur PSS Muda Akademi untuk memperkuat pembinaan dan mencetak talenta baru bagi PSS Sleman.
Bencana Nepal-China menewaskan 1.130 orang. Pakar mengingatkan risiko pembangunan bendungan besar di kawasan pegunungan Himalaya.
Sebanyak 75 ribu orang mengikuti seleksi petugas haji 2026. Dari jumlah itu, kurang dari 1.000 orang akan diterima sebagai PPIH.