Kawat Berduri Dipasang di Titik Nol, Sekda DIY Minta Polisi Berkoordinasi
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta koordinasi terkait pemasangan kawat berduri di kawasan Titik Nol Jogja.
BPBD Sleman men-dropping air pada warga Dusun Susukan II, Seyegan, Sleman, beberapa waktu lalu./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman melakukan dropping air bagi warga Dusun Susukan II, Seyegan, Sleman. Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan, mengatakan kurangnya suplai air bersih ini akibat penghentian aliran di Selokan Mataram.
"Respon dampak penghentian sementara aliran Selokan Mataram untuk pemeliharaan saluran," ucapnya, Kamis (8/9/2022).
Dia menjelaskan, Selokan Mataram saat ini tengah dalam proses pembenahan sehingga air dimatikan selama tiga bulan. Terhitung sejak 1 Agustus 2022. "Dusun Susukan ada 15 KK yang terdampak. Sumur milik warga mengalami penyusutan debit air, perlu tambahan suplai untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
Makwan menyebut hari ini dilakukan dropping dua tampungan hydrant umum (HU). Dan direncanakan akan ditambah dua buah lagi. "Hari ini dropping dua tampungan HU dari posko," paparnya.
BACA JUGA: Mulai Besok Pagi, Bansos BBM Akan Dibagikan untuk Warga Sleman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti meminta koordinasi terkait pemasangan kawat berduri di kawasan Titik Nol Jogja.
Kemnaker menyebut BSU 2026 sebagai stimulus untuk menjaga daya beli pekerja. Simak syarat penerima dan besaran bantuan Rp900.000.
Kemenhaj menyerap masukan jemaah umrah asal Jawa Timur untuk mengevaluasi layanan haji 2027, termasuk kesiapan petugas dan perubahan sistem pelayanan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp883,4 miliar untuk diskon transportasi Nataru 2026/2027. Simak skema diskon pesawat, kereta, kapal, dan ASDP.
Dokter IDAI mengingatkan bahaya mandi hujan pertama setelah karhutla karena air hujan berpotensi membawa partikel dan polutan berbahaya.
Ahmad Doli Kurnia membantah terlibat dalam isu Munaslub Golkar 29 November 2026 dan menyinggung pihak internal yang disebutnya komprador.