Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin (dua kiri) menyerahkan cenderamata kepada Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono (dua kanan) di Kantor Harian Jogja, Selasa (14/9/2022)./Harian Jogja-CRD22
Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII DIY) membuat gerakan pengelolaan sampah secara mandiri melalui program Dari Sampah Jadi Jariah.
“Program ini pertama kali kami buat dengan melibatkan majelis taklim yang ada di Bantul. Selanjutnya, kami akan melibatkan majelis taklim di Sleman dan kabupaten serta kota lainnya di DIY,” kata Atus Syahbudin, Ketua DPW LDII DIY, saat beraudiensi dengan jajaran redaksi Harian Jogja di Kantor Harian Jogja, Rabu (14/9/2022).
Melalui program tersebut, warga LDII didorong memilah sampah rumah tangga secara mandiri. Sebelum diserahkan kepada majelis taklim, sampah sudah dipisahkan sesuai jenisnya.
“Sampah plastik, sampah kardus, sampah kaca, dan minyak jelantah atau sampah jenis lainnya harus dipisahkan,” ujar Atus.
Sampah yang sudah dipilah dan dikumpulkan kemudian diserahkan atau dibawa saat mengaji di majelis taklim untuk diolah kembali menjadi produk lain, seperti pakan magot, tas daur ulang, batako maupun genteng. Saat ini, pengolahan tersebut masih ditangani tiap majelis taklim yang terlibat dalam program Dari Sampah Jadi Jariah.
“Ke depan, kami akan membuat tiga tempat pengolahan sampah besar yang bisa mengolah berbagai jenis sampah anorganik seperti plastik atau kardus menjadi barang lain yang bermanfaat,” ujar Atus.
Tiga tempat pengolahan sampah tersebut akan berada di sekitar kawasan Pantai Selatan di Bantul, di Sleman wilayah barat, dan Sleman wilayah timur. Atus mengatakan Dari Sampah Jadi Jariah merupakan bagian dari upaya LDII mengamalkan ajaran Al Qur’an dan Hadis.
“Bahwa kebersihan sebagian dari iman. Jemaah masjid harus bisa mengimplementasikan kebersihan dengan mengelola sampah secara mandiri dan ini harus menjadi karakter warga LDII” ucap Atus.
Uang yang dihasilkan dari pengelolaan sampah akan disalurkan ke masjid-masjid yang dibina oleh LDII. Adapun produk-produk olahan sampah akan diberikan kepada warga sekitar masjid.
Dalam audiensi tersebut, Atus didampingi sejumlah pengurus DPW LDII DIY, Dewan Pimpinan Daerah LDII Sleman, dan Dewan Pimpinan Pusat LDII. Atus menegaskan LDII adalah organisasi yang berasaskan Pancasila dan menjunjung tinggi prinsip kebangsaan.
“Bahkan, prinsip kebangsaan menjadi nomor satu dalam 8 program pengabdian LDII sebelum keagamaan,” ujar Dewan Shuro Muslim Student Association of Japan (MSAJ) 2013 ini.
Sementara, Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono mengatakan LDII dan Harian Jogja punya semangat yang sama dalam memajukan semangat kebangsaan, toleransi, dan pelestarian lingkungan.
“Prinsip pemberitaan kami adalah menghargai perbedaan dan mengedepankan toleransi. Kami juga berusaha menjalankan kode etik jurnalistik secara ketat dalam setiap pemberitaan,” kata Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Nurisa Dian Ashrifah meraih emas kelima Indonesia di Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Amparo 139-137.
America.gov jadi chatbot AI pemerintah AS untuk mencari informasi federal. Simak fitur, Gemini-Grok, rencana layanan dan privasinya.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.