Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Pengerjaan konstruksi jalan tol Jogja-Bawen di wilayah Seyegan dan Tempel, Senin (19/9/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN — Sembari menyelesaikan proses pembebasan lahan, pembangunan fisik tol Jogja-Bawen Seksi 1 terus berlanjut. Hingga pekan ke-17, Jasamarga Jogja Bawen selaku pengelola pembangunan tol Jogja-Bawen sudah mengerjakan konstruksi sebesar 2,7%.
Dari pantauan Harian Jogja, Senin (19/9/2022), pengerjaan fisik sudah tampak di beberapa titik di Kapanewon Seyegan dan Tempel. Di Kapanewon Tempel, pengerjaan dimulai dari Kalurahan Banyurejo, tepatnya di sebelah barat SDN Banyurejo 1.
Direktur Utama Jasamarga Jogja Bawen, Dwi Winarsa, menjelaskan pengerjaan fisik tol Jogja-Bawen dimulai dari seksi 1 sepanjang 8,8 km.
“Lahan yang sudah siap 65 persen, yang bisa kami kerjakan di akses Banyurejo, kemudian Tirtoadi [Mlati], kemudian di jembatan-jembatan, di elevated saluran Mataram yang segmen tiga dan empat,” ujarnya.
BACA JUGA: Diduga Bermasalah, Belasan Izin Tanah Kas Desa DIY Ditinjau Ulang
Seksi 1 menjadi dimulainya konstruksi menimbang kesiapan lahan. Selanjutnya pada triwulan empat, November atau Desember akan dilanjutkan konstruksi di Bawen. Pembebasan lahan 65% tersebut hanya untuk di wilayah DIY yang mencakup rencana awal dan lahan tambahan. “Kalau belum sama lahan tambah sudah 95 persen,” ungkapnya.
Sementara untuk wilayah Jawa Tengah hingga saat ini belum ada lahan yang dibebaskan. Adapun pengerjaan konstruksi yang sudah dilakukan meliputi pekerjaan timbunan di tiga lokasi, jembatan di atas selokan Mataram, jembatan-jembatan sungai dan bangunan perlintasan seperti box underpass.
Sesuai arahan Kementerian Pekerjaan Umum, Jasamarga Jogja Bawen sudah mengakomodir clear zone, yakni area untuk meningkatkan keamanan pemakai jalan.
“Tiga meter itu dengan kelandaian satu banding enam, jadi kalau ada kendaraan mengalami trouble, selip dan sebagainya, tidak mengalami fatalitas terlalu tinggi,” ujarnya.
Seksi 1 ditargetkan selesai pada triwulan I 2024, kemudian Seksi 6 pada triwulan IV/2024. Tol Jogja-Bawen ditargetkan beroperasi awal 2027.
Untuk pembebasan lahan, menurutnya, sejauh ini komunikasi dan koordinasi dengan Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) masih lancar. Sementara soal lahan yang melewati cagar budaya dan tanah kas desa, menurutnya, saat ini masih proses komunikasi.
“Karena secara definitif belum ada lahan pengganti terhadap tanah kas desa, tapi kami sedang berproses meminta izin dilakukan pekerjaan konstruksi terlebih dahulu,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.