Advertisement

Lahan Jalan Tol Jogja-Bawen Sekitar Selokan Mataram Diperluas, 2 Warga Ini Mulai Gelisah

Abdul Hamied Razak
Sabtu, 03 September 2022 - 07:37 WIB
Arief Junianto
Lahan Jalan Tol Jogja-Bawen Sekitar Selokan Mataram Diperluas, 2 Warga Ini Mulai Gelisah Titus DS, pemilik Sasana Dirgantara BC Margodadi, Kapanewon Seyegan menunjukkan surat yang dikirim kepada PT Jasamarga Jogja Bawen, Jumat (2/9/2022). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Tidak semua warga terdampak jalan tol Jogja-Bawen seksi 1 merasa senang karena kembali terdampak penambahan lahan di atas Selokan Mataram. Beberapa warga terdampak justru gusar lantaran harus tergusur kembali dari rumah yang baru ditempati.

Seperti yang dialami Titus DS, warga Druju Kidul, Margodadi, Kapanewon Seyegan. Sebelumnya, lahan dan rumah beserta Sasana Dirgantara Boxing Club tergusur lahan tol Jogja Bawen tahap I. Dia pun sudah menerima uang ganti rugi (UGR), kemudian membelikan lahan baru tidak jauh dari lahan sebelumnya. Jaraknya tak kurang dari 100 meter dari rumah yang ditempatinya saat ini.

Saat ini Titus mulai gusar ketika mengetahui adanya rencana penambahan lahan jalan tol Jogja Bawen. Kabar tersebut ia dengar sejak tujuh bulan lalu saat proses pembangunan rumah barunya. Apa yang dilakukan Titus seperti hanya membuang tenaga, pikiran dan biaya.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Tiba-tiba ada pematokan sekitar tujuh bulan lalu. Tidak ada konfirmasi dari pihak tol kalau saat itu rumah saya kembali terkena perluasan jalan tol, saya sempat shock," kata pelatih tinju di Sasana Ditgantara BC ini saat ditemui Harianjogja.com, Jumat (2/9/2022).

BACA JUGA: Dua Korban Meninggal Kebakaran Rumah di Sleman Anggota Keamanan UGM, Begini Sosoknya..

Kegusarannya bertambah karena lahan yang terkena jalan tol juga menghabiskan Sasana Dirgantara BC. Dia memikirkan nasib puluhan anak didik dan atlet-atlet petinju masa depan di sasana tersebut. "Mereka [para atlet] itu aset bangsa. Saya hanya membina tanpa gaji hanya panggilan jiwa," ujar dia. 

Sebagai pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sleman, dia pun mengirim surat kepada PT Jasamarga Jogja Bawen dengan tembusan Gubernur DIY, Bupati Sleman, Ketua DPRD DIY dan Sleman hingga KONI DIY dan Sleman terkait dengan masalah tersebut. 

Pasalnya saat ini, Pertina Sleman tengah menyiapkan atlet-atlet untuk berlaga dalam event pertandingan tinju Kejuaraan Nasional, Kejuaraan Daerah dan juga Porda. Jika rumah dan sasana yang baru ditempati itu harus tergusur kembali, maka dikhawatirkan akan mengganggu kesiapan dan pembinaan para atlet. "Kalau saya mau pensiun sih gampang saja, tetapi saya lebih memikirkan anak-anak yang berlatih di sini," ujarnya. 

Selain masalah tersebut, Titus juga mengatakan setelah banyaknya pembebasan lahan tol di DIY harga tanah di wilayahnya juga mengalami kenaikan drastis. Itupun sangat sulit ditawar. "Lahan yang saya tempati ini dulu punya kakak. Tetapi karena ia tinggal di Jawa Timur. Saya beli dengan harga yang masih terjangkau," kata mantan petinju yang pernah bertarung dengan petinju legendaris Indonesia, Ellyas Pical itu.

Advertisement

Selain Titus, Widardo, warga Tirtoadi menyayangkan rencana penambahan lahan untuk jalan tol tersebut. Dia menilai jika penambahan lahan tol tersebut menunjukkan rencana pembangunan jalan tol yang kurang matang. "Akibatnya beberapa warga yang terlanjur membangun rumah untuk kedua kalinya harus terkena pembebasan lagi," katanya.

Dia juga menyoal bangunan cagar budaya yang kemungkinan terkena dampak dari pembangunan tol. Widargo meminta bangunan cagar budaya yang terkena jalan tol untuk direlokasi karena dilindungi oleh undang-undang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) DIY, Krido Suprayitno menyebut luas lahan yang akan dibebaskan sekitar 19,2 hektare atau sebanyak 192.999 meter persegi. "Penambahan lahan ada di tujuh kalurahan. Mulai Tirtoadi, Margomulyo, Margodadi, Margokaton, Banyurejo, Tambakrejo dan Sumberejo," katanya.

Advertisement

Kebutuhan terbanyak lahan tambahan tersebut berada di Margokaton Seyegan seluas 7.697 meter persegi dan Banyurejo seluas 3.464 meter persegi. Untuk Tirtoadi (1.229 meter persegi), Margomulyo (253 meter persegi), Margodadi (3.222 meter persegi), Tambakrejo (3.166 meter persegi) dan Sumberejo (768 meter persegi). "Kami sudah membentuk tim persiapan pengadaan tahap II untuk penambahan lahan tol Jogja Bawen seksi 1," katanya.

Dijelaskan Krido, penambahan lahan tersebut dibutuhkan untuk mendukung konstruksi tol Jogja-Bawen yang menyinggung dengan Selokan Mataram. Sebab selokan tersebut termasuk cagar budaya yang harus dilindungi. "Untuk itu, kami menggelar sosialisasi kepada warga terdampak mulai dari Tirtoadi hingga Sumberejo nanti," katanya.

Penambahan lahan tahap II ini, kata Krido, akan diselesaikan dalam waktu cepat secara pararel. Setelah kegiatan konsultasi selesai di tujuh kalurahan terdampak, akan dilanjutkan dengan konsultasi publik. "Rencananya dua pekan lagi," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Rabu, 5 Oktober 2022

News
| Rabu, 05 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement