Separator Ring Road Utara 1,5 Km Dibongkar untuk Proyek Tol Jogja-Solo
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Posko Lebaran. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemudik yang melintas di Sleman saat Lebaran 2026 dapat memanfaatkan tujuh jalur alternatif yang telah dipetakan Dishub, dengan rute serupa seperti skema rekayasa lalu lintas saat Nataru.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Heri Kuntadi, menjelaskan prinsip jalur alternatif untuk Lebaran tahun ini tidak jauh berbeda dengan pola yang diterapkan saat libur Nataru 2026.
"Prinsip jalur alternatif tidak jauh berbeda dengan jalur alternatif yang digunakan pada saat libur Nataru kemarin," kata Heri, Jumat (27/2/2026).
Meski demikian, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan sebelum penerapan teknis di lapangan.
"Masih akan ada koordinasi dengan stakeholder. Dari Dishub Sleman berencana masih menggunakan jalur alternatif saat Nataru kemarin," tegasnya.
Daftar 7 Jalur Alternatif di Sleman
Kepala Seksi Keselamatan Transportasi Dishub Sleman, Rosalyna Setia, mengonfirmasi terdapat tujuh jalur alternatif yang dapat ditempuh pemudik di wilayah Sleman.
Berikut rinciannya:
Dishub Sleman berharap pemudik dapat memanfaatkan jalur-jalur tersebut untuk mengurai kepadatan di ruas utama selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.
Cuaca DIY 25 Agustus 2026 diprediksi cerah. BMKG mengingatkan warga mewaspadai panas dan risiko kebakaran lahan.
PWI DIY bersama Tim Ad Hoc menemui Bupati Bantul untuk mendorong pengusulan wartawan Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW bermula beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah dan berkembang menjadi tradisi umat Islam di Indonesia.
Pakar ULM mengingatkan bahaya kabut asap karhutla dan membagikan enam langkah melindungi diri dari paparan PM2.5.