HANI 2026: Pelajar DIY Perkuat Komitmen Perangi Narkoba
eklarasi diikuti oleh Satgas Giant SMK Negeri 2 Depok bersama perwakilan Satgas Anti Narkoba dari sejumlah sekolah di DIY.
Sesi diskusi Komunitas Familia Indonesia bertajuk "Membentuk Personal Branding" yang diadakan di Ambarrukmo Plaza, Selasa (27/8)./Harian Jogja
SLEMAN—Membangun personal branding saat ini tidak hanya diperlukan bagi kalangan artis atau public figure semata. Bahkan, ibu-ibu pun didorong untuk bisa menggali potensi diri untuk meningkatkan personal branding-nya.
Dalam meet and greet Komunitas Familia Indonesia DIY-Jateng, diadakan diskusi bertema Membangun Personal Branding di Ambarrukmo Plaza, Selasa (27/9/2022). Acara ini diikuti oleh puluhan ibu-ibu yang merupakan anggota komunitas parenting Familia Indonesia.
Founder Familia dr. Gendisya Damarinda Alfiana menjelaskan personal branding sangat penting diterapkan di era perkembangan teknologi informasi saat ini. Ia juga menegaskan personal branding berbeda dengan pencitraan.
"Personal branding itu menggali apa potensi diri kita agar menjadi lebih baik. Sehingga kita bisa menciptakan citra diri yang baik untuk mendapatkan manfaat yang baik juga," terang dr. Gendisya dalam sesi diskusi.
Perempuan yang juga dikenal sebagai health educator ini menegaskan jika semua orang bisa mengembangkan personal branding, termasuk ibu-ibu rumah tangga. Sebab, ibu sebagai jendela sebuah keluarga yang membawa nama anak dan suami, maka tetap harus membawa diri dengan baik.
Di komunitasnya yang beranggotakan ratusan ibu-ibu dari seluruh Indonesia ini juga mereka saling berdiskusi dan mengembangkan potensi yang ada. Tak hanya berdiskusi soal parenting dan keluarga, ibu-ibu yang tergabung diarahkan untuk mencari potensi diri, salah satunya untuk meningkatkan personal branding.
"Tipsnya kenali diri dulu, passion kita ada di mana. Jangan terbawa tren yang ada terus kita ikuti, karena itu belum tentu sesuai dengan passion diri kita," terangnya.
Anggota Familia sekaligus influencer, Lucky Diane, turut membagikan pengalamannya dalam mengembangkan personal branding. Menurutnya, personal branding membuat dirinya bisa mengenal bakat dirinya, bahkan menggali kelebihan yang bisa jadi tidak dimiliki oleh orang lain.
"Saya cari tahu kelemahan saya di mana, kelebihan saya di mana, saya gali terus. Ternyata saya hobi fashion, saya gali dengan ikut fashion show, ikut endorsement, kita jadi percaya diri bahkan bisa jadi pundi-pundi cuan," kata dia.
Seusai sesi diskusi, agenda ini juga dimeriahkan dengan pagelaran busana yang diikuti oleh Mamalaff, sebutan untuk para anggota Familia Indonesia. Bersama dengan anak-anaknya, mereka memamerkan koleksi busana muslim dari brand Kami Jogja yang berlokasi di Jalan C. Simanjuntak No. 46A, Terban, Gondokusuman, Kota Jogja. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
eklarasi diikuti oleh Satgas Giant SMK Negeri 2 Depok bersama perwakilan Satgas Anti Narkoba dari sejumlah sekolah di DIY.
Puncak kunjungan wisata Bantul diprediksi awal Juli 2026. Meski turun hingga 25%, peluang kenaikan masih terbuka.
Jadwal KRL Solo–Jogja Rabu 1 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000, praktis dan ekonomis.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Rabu 1 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan cepat dan praktis.
Brad Bird menolak Ratatouille 2 meski didorong Pixar. Sutradara sebut cerita sudah selesai dan tak ingin dipaksakan.
Gelombang panas ekstrem di Eropa kini jadi ancaman ekonomi serius. Jerman diprediksi menanggung kerugian terbesar hingga 2030.