Disbud Bantul Bongkar Sejarah Kapitan Tan Djin Sing hingga Madukismo
Disbud Bantul angkat sejarah Tan Djin Sing dan Madukismo. Generasi muda diajak memahami jejak Tionghoa di Jogja.
Kustini Sri Purnomo/Ist
SLEMAN-Pada Agustus ini, warga merayakan HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia. Masih sama seperti tahun sebelumnya, perayaan digelar dalam suasana pandemi Covid-19.
Namun dengan beberapa pelonggaran, masyarakat bias memperingati kemerdekaan lebih meriah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. "Walaupun masih dalam suasana pandemi Covid-19, namun semangat untuk merayakan 17 Agustus ini harus tetap terasa dan tidak surut," kata Bupati Sleman, Kustini Pri Purnomo saat ditemui, Kamis (18/8).
Menurut Kustini, tema HUT Kemerdekaan yakni Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat mengajak pemerintah bersama seluruh kompunen masyarakat untuk bebenah diri agar dapat segera pulih dan bangkit dari Covid-19 beserta dampak yang ditimbulkannya.
Selain itu, seluruh elemen masyarakat harus dapat merenung dan mengambil hikmah perjuangan para pejuang. "Bagaimana semangatnya bisa ditiru untuk menunaikan tujuan proklamasi kemerdekaan. Dalam lingkup yang kecil, tugas kita mengisi kemerdekaan ini dapat dilakukan dengan menjaga jalinan silaturahmi dan keharmonisan di masyarakat, khususnya di Sleman," katanya.
Hal itu perlu dilakukan agar masyarakat terhindar dari upaya yang memecah belah persatuan dan kesatuan, sehingga bisa mewujudkan Sleman sebagai Rumah Bersama yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya. "Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk senantiasa menjunjung tinggi toleransi, saling menghormati dan menjaga kerukunan hidup masyarakat," ujarnya.
Dia berharap momen peringatan Kemerdekaan RI ini mampu mengobarkan semangat kepulihan dan kebangkitan di semua sektor kehidupan.
Di sector kesehatan, Pemkab Sleman, kata Kustini, siap mempercepat capaian vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster. Hal ini sesuai arahan Presiden dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.440/3917/SJ tentang Percepatan Vaksinasi Dosis Lanjutan (Booster) Bagi Masyarakat. Di Sleman, vaksinasi booster dilakukan melalui berbagai strategi secara proaktif, persuasif, terfokus, dan terkoordinasi. "Menindaklanjuti hal itu, Pemkab Sleman menerbitkan SE No. 051/ 2022 tanggal entang Percepatan Vaksinasi Dosis Lanjutan (Booster) Bagi Masyarakat," kata Kustini.
SE tersebut untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan percepatan pemberian booster. Pelaksanaan vaksinasi massal dilaksanakan di seluruh kalurahan se-Sleman yang digelar mulai 22 Agustus sampai 5 September 2022.
Kustini berharap dengan vaksinasi ini masyarakat Sleman akan lebih dekat untuk mendapatkan pelayanan. "Saya mengajak seluruh masyarakat Sleman untuk menyukseskan pelaksanaan vaksinasi booster di masing-masing kalurahan demi mewujudkan herd immunity. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat agar segera terbebas dari Covid-19. Merdeka!" kata Kustini. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disbud Bantul angkat sejarah Tan Djin Sing dan Madukismo. Generasi muda diajak memahami jejak Tionghoa di Jogja.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.