Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Sejumlah pengunjung dan wisatawan Malioboro mengikuti kegiatan membatik massal di Malioboro, Jogja, Sabtu (1/10/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pengunjung Malioboro ikut serta dalam kegiatan membatik massal. Agenda ini dalam memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober, Sabtu (1/10/2022) di kawasan pedestrian Malioboro, tepatnya sisi barat Pasar Beringharjo. Selain upaya edukasi dan mengenalkan budaya batik kepada pengunjung, kegiatan ini juga untuk mendukung Malioboro sebagai panggung pertunjukan terpanjang di Jogja.
Salah satu pengunjung yang ikut berpartisipasi yakni Eed Van Deerven, wisatawan asal negeri kincir angin, Belanda. Eed mengatakan, dirinya tertarik mengikuti kegiatan membatik massal lantaran ingin mencoba secara langsung proses membuat batik. Menurutnya, motif yang melekat pada batik punya ciri khas yang kuat dan butuh proses yang panjang sejak pengerjaan awal sampai siap dikenakan.
"Saya kebetulan berlibur bersama keluarga dan mengunjungi beberapa kawasan wisata yang ada di Jogja. Saya tertarik mengikuti membatik massal untuk merasakan pengalaman dan sensasinya," kata Eed.
BACA JUGA: Korupsi Perizinan, Haryadi Suyuti Cs Segera Disidang di Pengadilan Tipikor Jogja
Tidak hanya edukasi membatik, peringatan Hari Batik Nasional itu juga dirayakan dengan berbagai suguhan atraksi kepada pengunjung Malioboro dengan serba-serbi kain batik. Pengunjung dihibur dengan fashion show on the street yang menampilkan berbagai macam motif batik, kemudian ada pula tari-tarian dengan menggunakan kain batik oleh berbagai komunitas.
Manajer Toko Hamzah Batik, Yanuar Nugroho, mengatakan edukasi membatik masal itu menyediakan kain batik sepanjang 20 meter yang telah dicap untuk digunakan oleh para pengunjung. Pengunjung dan wisatawan yang tertarik bisa langsung mencoba tanpa dipungut biaya. Antusiasme pengunjung menikmati acara dan kegiatan membatik masal cukup signifikan. Tidak hanya pengunjung dewasa saja, anak-anak pun ikut menjajal sensasi membatik.
Dengan sabar dan telaten, mereka perlahan-lahan menggoreskan malam yang disiapkan ke atas kain. Kain batik sepanjang 20 meter itu dibuat berjejer di pedestrian Malioboro dilengkapi dengan pewarna, cat, malam, kompor, beserta cantingnya. Adapun motif batik yang disediakan merupakan motif yang kadung dikenal oleh banyak orang misalnya motif parang atau kawung. Dengan coraknya yang tidak terlalu banyak dan detail, membuat pengunjung tidak terlalu sulit untuk membatik.
BACA JUGA: Ditangkap Polisi, Ini Sosok yang Diduga Anggota DPRD Bantul Berinisial ESJ
"Motifnya hanya yang biasa ada parang dan kawung. Ini kan hanya dasar saja karena memang tujuannya edukasi, jadi pengunjung sudah relatif tahu. Harapan kami Jogja sebagai Kota Batik Dunia bisa mengenalkan batik kepada lebih banyak orang," kata Yanuar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.
Pemerintah menyetujui sanksi pidana bagi pemilik kendaraan ODOL. RUU LLAJ juga mengatur korporasi dan pemilik barang sebagai subjek pidana.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.