Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed A1+ Ringkas untuk Dukung Bisnis
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.
Camat Semanu Huntoro Purbo Wargono (mengenakan topi) meninjau lokasi banjir yang merendam area persawahan di Dusun Semenu Kidul, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Minggu (8/3/2020)./Istimewa-Dokumen Kecamat Semanu
Harianjogja.com, BANTUL — Hujan lebat sejak Minggu (2/10/2022) malam hingga Senin (3/9/2022) pagi menyebabkan lebih dari seratus hektare lahan pertanian di Kabupaten Bantul terendam air.
Jika hujan terus mengguyur dalam beberapa hari ke depan, petani di Bantul akan mengalami gagal panen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo mengatakan ada tiga lokasi lahan pertanian yang terendam, yakni di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri; Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek; dan Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden.
BACA JUGA : Upaya Pemkab Bantul Agar Lahan Pertanian Tak Terendam
“Jenis tanaman yang terendam cukup banyak mulai dari cabai, jagung, kacang tanah, dan tanaman padi,” kata Joko, saat dihubungi Senin (3/9/2022).
Khusus di Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek dan Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, ada sekitar 60 hektare lahan terendam air. Adapun sebagian besar tanaman yang terendam adalah cabai merah siap panen.
Lahan pertanian di dua kalurahan tersebut, diakui Joko menjadi langganan banjir, jika hujan mengguyur lebih dari dua jam. Sebab, posisi lahan cekung, sementara pembuangan air lebih tinggi dari lahan pertanian. Sementara di Selopamioro juga ada sekitar 50 hektare lahan pertanian terendam dan sebagian besar adalah lahan cabai merah besar dan kacang tanah.
Menurut Joko, tanamanan yang terancam gagal panen paling tinggi adalah cabai merah besar. Sebab, tanaman ini jika terlalu banyak air akan menyebabkan buah cabai cepat layu dan membusuk disusul tanaman cabai juga mati.
Sementara untuk jagung, kacang tanah dan padai lebih bisa tahan jika terendam air, "Tapi yang jadi andalan petani saat ini adalah cabai merah besar namun sudah beberapa kali dipetik,” ujar Joko.
Soal besaran kerugian, Joko mengaku masih menghitungnya. Pihaknya baru mendata lahan terendam. Joko mengatakan, jika hujan selesai dalam seharian ini kemungkinan kerugian tidak terlalu besar. Namun berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan masih akan terjadi hingga 8 Oktober mendatang,
“Kalau hujan terus dalam beberapa hari ke depan kemungkinan kerugian besar,” ucapnya.
Ketua Kelompok Tani Lahan Pasir Manunggal Srigading, Subandi mengatakan untuk lahan pasir yang terendam air sekitar satu hektare. Durasi terendam juga tidak lama, karena Senin pagi air sudah surut.
“Kalau lahan pasir tidak terlalu berpengaruh, yang banyak terendam itu lahan sawah,” katanya.
Sebagian besar tanaman yang terendam adalah tanaman cabai merah besar. Namun jenis tanaman tersebut diakuinya juga sudah beberapa kali dipanen sehingga petani tidak rugi banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.
Bapanas menyebut dugaan pengoplosan 600 ton beras SPHP berpotensi merugikan negara Rp3,3 miliar akibat subsidi tak sampai ke masyarakat.
AC Milan mengalahkan Inter Milan 3-1 dalam Derby della Madonnina. Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira menjadi pencetak gol.
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Kadin melaporkan investasi domestik hampir Rp2.000 triliun.
Penambang pasir Sungai Progo berharap pemerintah menerbitkan Rekomtek pompa mekanik. PPRY juga menyalurkan 250 paket sembako di Gulurejo.
Prakiraan cuaca DIY Minggu 1 November 2026 didominasi berawan. Kulon Progo udara kabur, suhu berkisar 22–31 derajat Celsius.