Lahan Pertanian Tergenang Banjir, Ini Antisipasi Pemkab Bantul

Foto ilustrasi banjir - Istimewa/Dokumen Kecamat Semanu
18 November 2021 11:57 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Hujan deras yang terjadi pekan lalu sempat menyebabkan tiga hektare lahan pertanian di Bantul tergenang. Siasat antisipasi kejadian serupa pun terus dimatangkan.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo menjelaskan genangan air sempat terjadi di daerah Tirtohargo, Kretek. Namun hanya beberapa jam, dengan pembukaan saluran irigasi, genangan air di sawah bisa lekas surut dan normal kembali. "Dari segi luasan, lebih kurang satu hektare, lalu sebelah selatan hampir dua hektare, lokasinya di Tirtohargo semua," terangnya pada Rabu (17/11).

"Itu sudah tertangani, sudah tidak ada genangan lagi. Kemarin itu kan cuma saluran irigasi tidak mampu menampung debit air. Akhirnya meluber ke sawah dan itu setelah dam atau bendung Gunungcilik dibuka terus lancar. Tergenangnya juga tidak lama, sore sudah surut," ujarnya.

Dari rejam jejaknya, wilayah tersebut memang langananan banjir jika intensitas hujan tinggi.Tapi karena intensitas hujan menurun sejak akhir pekan lalu, belum ada laporan lagi adanya lahan pertanian yang tergenang. "Kalau [banjir] yang kemarin kan karena intensitas yang tinggi," jelasnya.Joko mengimbau kepada kelompok petani maupun petugas di lapangan untuk mulai mengangkat endapan saluran irigasi yang menyebabkan pendangkalan. "Diangkat endapannya supaya nanti kalau debit air agak naik jangan sampai meluber ke sawah, irigasinya bisa lancar. Dibersihkan rumput-rumput atau lendut yang membuat dangkal saluran irigasi," tandasnya.

"Kami sudah koordinasi dengan SDA Bantul dan kami juga menyiapkan siaga di bendung-bendung milik SDA karena yang mengelola SDA untuk waspada," ucapnya.