Platform 1Lisensi Buka Akses Legal Master Rekaman untuk Pelaku Usaha
Satu Lisensi hadir sebagai platform B2B yang menyediakan akses legal master rekaman untuk kebutuhan komersial dengan lebih dari 7,7 juta metadata lagu.
Ilustrasi./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA — BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi saat musim pancaroba, khususnya ketika memasuki musim hujan.
Sebagai antisipasi, BPBD DIY telah menyiagakan personel selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.
Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan rata-rata DIY akan memasuki musim hujan pada dasarian II atau sekitar pekan ketiga Oktober 2022. Meski demikian ada variasi di sejumlah wilayah baik di Jogja Utara maupun timur ada maju mundurnya dari perkiraan. Musim pancaroba seringkali ditandai dengan hujan deras disertai angin kencang.
"Seperti yang terjadi pada Minggu [2/10/2022] itu salah satunya yang cukup lebat sebagai pertanda," katanya saat ditemui di Kantor BPBD DIY, Senin (3/10/2022).
BACA JUGA: Ini Rincian Event Acara Puncak Perayaan HUT Ke-266 Kota Jogja
Oleh karena itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar peka terhadap segala kemungkinan potensi bencana hidrometeorologi, sehingga dapat menghindari ketika terjadi bencana.
Masyarakat juga diminta untuk aktif dalam membantu mengurangi faktor risiko bencana, seperti memangkas pohon rindang yang volume rantingnya sudah cukup banyak dan membahayakan ketika terjadi angin kencang. Hal ini untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya bencana bersumber dari angin kencang dan hujan deras.
"Angin kencang itu faktor alam yang biasa, tetapi bisa menjadi bencana ketika bertemu dengan pohon rapuh, tua, rimbun atau bangunan yang sudah rapuh karena usia. Ini perlu menjadi perhatian masyarakat," katanya.
Selain itu banjir juga harus diantisipasi karena saat awal memasuki musim hujan biasanya terjadi dengan volume deras. Masyarakat harus peka dalam mengantisipasi potensi banjir di sejumlah titik.
Terutama bersiap untuk pindah dari titik banjir menuju ke lokasi yang lebih aman. "Karena volume air ini cukup tinggi, sehingga limpasan air dari sungai juga harus diantisipasi," ucapnya.
Adapun saat hujan lebat pada Minggu, dilaporkan adanya empat rumah yang terendam banjir di pinggiran Sungai Gajah Wong. Tepatnya di Pedak Baru, Banguntapan, Bantul. Selain itu ada sejumlah titik longsor seperti di Piyungan, Bantul dan beberapa titik di Kulonprogo.
Biwara memastikan penanganan terhadap dampak hujan deras tersebut langsung dilakukan dengan melibatkan semua unsur. BPBD DIY menyiagakan petugas melakui Tim Reaksi Cepat untuk bertugas selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam di musim pancaroba.
"Sebagai instansi yang menangani bencana tentunya kami siapkan personel untuk siap selama 24 jam ketika terjadi bencana. Setiap hari ada yang piket juga di kantor selama 24 jam juga," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu Lisensi hadir sebagai platform B2B yang menyediakan akses legal master rekaman untuk kebutuhan komersial dengan lebih dari 7,7 juta metadata lagu.
Kemajuan teknologi dan kolaborasi multidisiplin mendorong pengembangan layanan saraf dan bedah saraf di Indonesia.
KHL kembali dibahas dalam formula upah minimum 2027. Pemerintah, buruh, dan pengusaha memiliki pendekatan berbeda soal pengupahan.
Radinka Wiratama, 16 tahun, menjadi atlet termuda esports Indonesia di Asian Games 2026 setelah meniti karier profesional sejak usia 15 tahun.
BGN DIY menegur pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, terkait video viral yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo.
Tiffany Young menutup konser Jakarta dengan Into the New World, lagu debut Girls' Generation yang dirilis pada 2007.