Pendaftaran SPMB SMA SMK DIY 2026 Dibuka Juni, Ini Jadwal Lengkapnya
Disdikpora DIY memastikan SPMB SMA/SMK Negeri 2026 tetap memakai empat jalur dengan tahapan pendaftaran mulai Mei hingga Juli.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman cuaca ekstrem tiga hari ke depan. Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono mengatakan BMKG DIY memperkirakan pada 3 Oktober 2022 - 5 Oktober 2022, muncul potensi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat disertai kilat dan angin kencang. Pada Senin (3/10/2022) potensi hujan terjadi di Kota Jogja, Sleman, Gunungkidul bagian utara, Bantul bagian utara, lalu Kulonprogo bagian utara dan sekitarnya.
Hari berikutnya, Selasa (4/10/2022) hujan berpotensi terjadi di Kota Jogja, Sleman, Gunungkidul bagian utara, Bantul bagian utara, Kulonprogo bagian utara dan sekitarnya. Kemudian, Rabu (5/10/2022) potensi hujan terjadi di wilayah Kota Jogja, Sleman, Gunungkidul bagian utara, Bantul, Kulonprogo serta sekitarnya.
"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem tiga hari kedepan," ucapnya saat dihubungi, Senin (3/10/2022).
BMKG memberikan imbauan kepada pemangku kepentingan serta masyarakat untuk menyiapkan penanganan serta mitigasi kemungkinan terjadinya bencana. Banjir, longsor, pohon tumbang, sangat mungkin terjadi. Masyarakat di pesisir juga diminta waspada potensi gelombang tinggi.
"Potensi gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan DIY untuk beberapa hari ke depan," kata dia.
Kepala Kelompok Forekaster BMKG YIA Romadi mengatakan awal musim penghujan di DIY diperkirakan akan terjadi pada dasarian kedua atau setelah 20 Oktober 2022. Masyarakat diminta untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar dengan merapikan pohon yang tinggi, membersihkan drainase untuk mengurangi terjadinya banjir, membuat sumur resapan, dan lainnya.
"Bila terjadi hujan jangan berteduh di bawah pohon," ujar dia.
BACA JUGA: Ketinggian Tanah di Bawah Permukaan Air, 4 Kemantren di Jogja Ini Rawan Banjir
Menurutnya dalam satu pekan ini, yang perlu diwaspadai adalah dua sampai tiga hari ke depan. "Bila ke pantai hindari bermain air dan selalu mengindahkan larangan yang disampaikan oleh petugas. Nelayan selalu update prakiraan tinggi gelombang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menghimbau warga yang tinggal di wilayah lereng untuk lebih waspada. Kepala BPBD Sleman Makwan mengatakan beberapa kecamatan rawan longsor ada di Cangkringan, Pakem dan lokasi lain yang berada di perbukitan.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Etik Setyaningrum menyampaikan secara umum wilayah DIY masuk periode masa peralihan dari musim kemarau ke musim pancaroba. Pada masa peralihan ini, cuaca ekstrem berpotensi sering terjadi pada siang-sore sampai menjelang malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora DIY memastikan SPMB SMA/SMK Negeri 2026 tetap memakai empat jalur dengan tahapan pendaftaran mulai Mei hingga Juli.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.