Top Ten News Harianjogja.com Edisi Minggu 27 September 2026
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik DIY, Hendra Yetty, di sela-sela peringatan Hari Batik Nasional, Selasa (4/10/2022)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) DIY memberikan sertifikasi Batik Mark terhadap 55 usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak di bidang produksi batik. Produk yang mendapatkan sertifikasi ini memiliki keuntungan tersendiri, karena bisa meningkatkan produktivitas usaha batik.
Kepala BBSPJIKB DIY, Hendra Yetty, menjelaskan sebanyak 55 UKM yang diberikan sertifikasi Batik Mark tersebut berasal dari DIY dan berbagai kota di Indonesia. Sertifikasi ini merupakan pengakuan bagi para produsen, bahwa batik yang diproduksinya merupakan batik asli, bukan tiruan.
"Produsen bisa percaya diri, bisa menunjukkan ke konsumennya bahwa inilah produksi batik kami yang asli sehingga tidak tertukar dengan batik yang tiruan. Ini sebagai bentuk pengakuan, sehingga memberikan banyak keuntungan bagi UKM yang telah mendapatkan sertifikasi,” katanya di sela-sela peringatan Hari Batik Nasional di Kantor BBSPJIKB DIY, Jalan Kusumanegara, Jogja, Selasa (4/10/2022).
Ia mengungkapkan, untuk mendapat sertifikasi tersebut memang tidak mudah. Ada sejumlah persyaratan yang perlu ditempuh. Mulai dari memiliki merek sendiri, hasil produk tersebut kemudian dilakukan uji baik dari ketahanan warna, ketahanan luntur kain batiknya, hingga ketahanan cahaya. Yetty berharap semakin banyak dukungan dari instansi pembina UKM sehingga makin banyak yang mendapatkan sertifikast dan dapat meningkatkan penjualan batik.
“Termasuk mudah sobek atau tidak, kalau semua memenuhi standar tersebut maka baru kami berikan sertifikat,” ucapnya.
BACA JUGA: Tak Mau Lepaskan Kepemilikan Tanah SG untuk Jalan Tol, Pemda DIY Tawarkan Konsep Palilah
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menambahkan Fasilitasi Sertifikasi Batikmark merupakan bentuk dukungan Kementerian Perindustrian dalam upaya penjaminan mutu, kualitas, dan keaslian produk batik Indonesia agar semakin berdaya saing, baik di pasar lokal maupun global.
Adanya labelisasi Batik Mark ini juga sekaligus dapat dijadikan identitas bahwa produk batik tersebut asli buatan Indonesia. “Dengan demikian, batik Indonesia mudah dikenal dan terpercaya di kancah dunia,” katanya.
Dalam rangkaian Hari Batik Nasional digelar, sejumlah kegiatan di antaranya Workshop Batik bagi pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum, seminar nasional indutri kerajinan dan batik (SNIKB) 2022. Selain itu talkshow bertajuk Ngobrol Pagi Penuh Inspirasi yang secara rutin diselenggarakan setiap Kamis pagi selama bulan Agustus hingga November menyajikan topik ragam pesona batik eksotis nusantara.
“Kami berharap masyarakat semakin cinta terhadap batik dan menggunakan batik di segala kesempatan. Kalau dulu batik hanya digunakan saat melahirkan, pernikahan, dan kematian. Sekarang batik lebih banyak digunakan aktivitas sehari-hari,” katanya.
BACA JUGA: Hajad Dalem Sekaten 2022 Kembali Digelar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Di sisi lain, edukasi terhadap perbedaan printing dengan batik juga harus terus dilakukan agar masyarakat bisa membedakan. Pembuatan batik adalah menggunakan malam panas, sedangkan printing hanya sekadar pencetakan. Konsumen bisa memilih maka batik dengan malam yang asli, namun segmen pasar berbeda-beda. “Printing itu merupakan kerajinan tekstil,” ujar Hendra Yetty.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.