Advertisement

Hajad Dalem Sekaten 2022 Kembali Digelar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Yosef Leon
Selasa, 04 Oktober 2022 - 11:57 WIB
Budi Cahyana
Hajad Dalem Sekaten 2022 Kembali Digelar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Penyebaran udhik-udhik oleh putri raja yang dimulai dari pagongan sisi selatan, pagongan sisi utara, kemudian ke dalam Masjid Gedhe, Sabtu (1/10/2022) malam. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menggelar peringatan Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rangkaian agenda digelar pada tanggal 1-7 Oktober 2022 (6-12 Mulud Ehe 1956) mendatang. 

Peringatan diawali dengan Miyos Gangsa atau keluarnya Gamelan Sekati. Gamelan yang dibawa ke Pagongan Kagungan Dalem Masjid Gedhe pada 6 Mulud hingga 12 Mulud akan ditabuh setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB. Inilah yang selanjutnya dikenal dengan istilah Sekaten.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Penghageng Pengulon KRT Jayaningrat menjelaskan pelaksanaan Miyos Gangsa dijadwalkan Sabtu (1/10/2022) malam, sedangkan Kondur Gangsa atau kembalinya Gamelan Sekati ke Keraton akan dilaksanakan pada Jumat (7/10/2022) malam. “Dalam prosesi ini, kami juga menyiapkan beberapa alternatif protokol kesehatan karena tidak menutup kemungkinan masyarakat umum akan menyaksikan rangkaian acara ini,” katanya Selasa (4/10/2022). 

Miyos Gangsa akan dilaksanakan di Bangsal Pancaniti, Pelataran Kamandungan Lor. Direncanakan, bakda isya, Utusan Dalem akan menyebar udhik-udhik secara terbatas hanya bagi pengrawit/wiyaga yang bertugas di lokasi. Selanjutnya Gamelan Sekati akan dibunyikan hingga pukul 23.00 WIB sebelum dibawa menuju Pagongan Masjid Gedhe.

Sementara, sebelum Kondur Gangsa, akan dilangsungkan penyebaran udhik-udhik oleh Ngarsa Dalem yang dimulai dari Pagongan Sisi Selatan, Pagongan Sisi Utara, kemudian ke dalam Masjid Gedhe. Udhik-udhik terdiri dari bunga, uang logam, beras, dan biji-bijian sebagai lambang sedekah raja bagi rakyatnya. Setelah menyebar udhik-udhik, Ngarsa Dalem akan mendengarkan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW dengan mengenakan simping melati di telinga sebagai lambang bahwa raja selalu mendengarkan keluh kesah rakyatnya.

Kondur Gangsa ini juga dapat disaksikan masyarakat secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Kami akan membuka pelataran Kagungan Dalem Masjid Gedhe saat penyebaran udhik-udhik yang dibagikan kepada masyarakat umum, namun jumlahnya tetap dibatasi,” tambahnya. 

Kanjeng Jayaningrat juga mengatakan Garebeg Mulud dengan arak-arakan prajurit dan gunungan yang dijadwalkan pada Sabtu (8/10/2022) pagi atau 12 Mulud Ehe 1956 tahun ini masih ditiadakan, formasinya masih sama seperti sebelumnya yakni pembagian pareden gunungan. Bregada atau prajurit Keraton pun turut terlibat dalam peringatan Hajad Dalem Sekaten ini. 

Wakil Penghageng Tepas Keprajuritan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Wiraningrat memaparkan, bahwa saat Miyos Gangsa Bregada Jagakarya dan Bregada Prawiratama/Patangpuluhan akan mengawal iring-iringan gamelan dari Bangsal Pancaniti hingga ke Masjid Gedhe.

Advertisement

Sementara saat Kondur Gangsa akan ada empat bregada yang menjadi pengiring saat gamelan diusung, yaitu Bregada Wirabraja, Ketanggung, Mantrijero, dan Prawiratama/Patangpuluhan. “Selain mengiringi prosesi keluar masuknya gamelan, para bregada ini juga bertugas menjaga keamanan dan mengatur kerumunan masyarakat agar prosesi berjalan tertib dan lancar,” imbuhnya. 

Baik Miyos maupun Kondur Gangsa tidak akan melewati Alun-alun Utara. “Iring-iringan Miyos Gangsa akan dimulai dari Bangsal Pancaniti, lalu ke utara menuju Sitihinggil, Pagelaran lalu ke barat hingga ke Masjid Gedhe.”

Kanjeng Wiraningrat memaparkan tahun ini ada beberapa perubahan tatanan, khususnya pada paraga dan pengageman (pakaian). Sebelumnya, paraga untuk mengusung gangsa (gamelan) atau kanca gladag dan kanca bekaken yang membawa lilin biasanya dari masyarakat umum. Tahun ini, paraga-nya diganti menjadi prajurit bregada. “Selain itu, untuk kapten atau wedana yang biasanya memakai busana peranakan dan iket/udeng, sekarang diubah menjadi memakai busana beskap hitam dan kuluk," katanya. 

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Film Strangers with Memories Ajak Masyarakat Gunakan Transportasi Publik

News
| Rabu, 30 November 2022, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement