KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Pengenalan aplikasi sistem informasi pelayanan pendidikan (SIPP) DIY oleh FKKSS DIY, Senin (3/10/2022)/ ist
Harianjogja.com, JOGJA- Untuk memenuhi 8 standar Pendidikan Nasional, Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FKKSS) DIY mendorong peningkatan mutu seluruh ekosistem pelayanan pendidikan di sekolah-sekolah swasta. Baik Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) maupun Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).
Sekretaris FKKSS DIY, Sukiter menjelaskan untuk memenuhi delapan standar Pendidikan Nasional, ia menggelar Training of Trainer (ToT) terkait sistem informasi pelayanan pendidikan (SIPP). Kegiatan tersebut diikuti 38 SMK Swasta se-DIY sejak 29 September hingga 3 Oktober 2022.
"Sekolah yang mengikuti ToT ini mendapatkan Aplikasi DIY SIPP secara gratis. Tahap pertama ada 38 SMK dari 153 SMK swasta di DIY, tahap kedua akan kami gelar juga," katanya, Rabu (5/10/2022).
Kegiatan tersebut digelar, lanjut Kepala SMK YPKK Tepus Gunungkidul ini, untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di DIY. Selain itu, ToT dilaksanakan untuk membantu guru agar mampu mengelola dan memajukan sekolah sesuai delapan standar pendidikan nasional.
Baca juga: Pelatih Arema FC Sebut Ada Suporter Meninggal di Pelukan Pemain
Hal ini juga sebagai upaya untuk mendukung Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY terkait dengan percepatan pembangunan pendidikan bangsa.
"Kegiatan ini sejalan dengan penerapan kurikulum merdeka yang terbagi menjadi tiga aspek yaitu, merdeka belajar, merdeka berkolaborasi dan merdeka berkarya," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, FKKSS DIY mengandeng konsultan ahli dari Bogor sekaligus perancang Aplikasi DIY SIPP, Supriyatna. Dia mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan FKKSS DIY untuk membangun kemitraan dan pemetaan sekolah berbasis teknologi. "Sistem akan dikelola oleh FKKSS dan nantinya akan didirikan balai latihan inovasi sekolah (BLIS)," katanya.
Pada sistem yang telah berstandar ISO 9001 2015 ini, katanya, sekolah lebih fokus pada manajemen pengelolaan sekolah. Terdapat 38 fitur di dalam aplikasi tersebut.
Pengelola, mulai dari kepala sekolah hingga karyawan atau staf diminta berbenah dan menciptakan sekolah yang nyaman untuk siswa. Oleh karenanya seluruh komponen sekolah harus membiasakan diri untuk berbagi tugas dan bersama-sama berperan memajukan sekolah.
"Pengelola sekolah juga harus pintar membangun relasi dan sinergi dengan pemangku kepentingan yang lain. Dengan bersinergi, menjalin kerjasama, akan lebih memudahkan pengelola membawa sekolah mereka ke arah yang diimpikan," ujarnya.
Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Drs Suhirman mengatakan Teknis Training of Trainer (TOT) sangat bermanfaat dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, pihaknya juga mengapresiasi atas inovasi Aplikasi DIY SIPP.
"TOT ini merupakan peluang untuk meningkatkan mutu seluruh elemen mulai guru, sekolah, kepala sekolah termasuk para siswa, kami berharap melalui kegiatan ini bisa mengangkat mutu sekolah, khususnya bagi sekolah swasta di DIY," kata Suhirman.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
DPRD Kulonprogo meminta penyerahan aset gerai KDMP tidak dipaksakan sebelum dokumen, kondisi, nilai, dan mekanisme aset jelas.
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Coffee culture di Indonesia berkembang menjadi gaya hidup. Pelaku bisnis F&B menghadapi tren cepat dan tantangan bahan baku.
Sebanyak 210 mahasiswa DIY dari empat perguruan tinggi menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
DPRD DIY memantau sumur bor Rp488 juta di Selopamioro untuk membantu sekitar 350 KK menghadapi kesulitan air bersih.