Ekonomi DIY Bisa Tembus 6 Persen, KADIN: Syarat Belanja Wisatawan Naik
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
Ilustrasi puluhan warga Balong Bimomartani Ngemplak mendatangi bangunan yang selama ini digunakan untuk kegiatan LDII./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN — Meski silaturahmi antara warga Tegal Balong dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang tinggal di Tegal Balong sudah dilaksanakan, nyatanya kegiatan ibadah di masjid LDII Balong belum diizinkan.
Warga kompleks Tegal Balong, Sumijo mengatakan kesepakatan yang diambil setelah dilakukan silaturahmi yakni kegiatan pembangunan dalam bentuk apapun harus dimusyawarahkan dengan warga, melalui Ketua RT, RW, dan Kepala Dukuh.
Selanjutnya, bersepakat memberikan kesempatan bagi warga untuk beribadah di rumah masing-masing atau memanfaatkan rumah ibadah yang ada di lingkungan RT 01, Padukuhan Balong.
"Sementara ini belum [izin ibadah kembali digelar di masjid LDII]. Untuk kelanjutan pembangunan rehab masjid yang telah mempunyai izin dari pemerintah kabupaten belum dilanjutkan, menunggu dari [pemerintah] kabupaten," ucapnya kepada Harianjogja.com, Senin (10/10/2022).
BACA JUGA: Mayat Ditemukan Terapung di Saluran Irigasi di Sleman
Pada dasarnya, upaya menjaga kerukunan bersama-sama juga disepakati antarwarga. Adat istiadat dan norma yang berlaku disesuaikan dengan kepercayaan masing-masing. "Warga RT 01 sepakat untuk mengedepankan musyawarah untuk mufakat demi kebaikan dan kemajuan bersama," jelasnya.
Pengurus LDII Bimomartani, Suraji mengatakan spanduk penolakan memang sudah dicopot, tetapi izin untuk kembali menjalankan ibadah di masjid tersebut belum diberikan. Jika mau menjalankan ibadah dipersilahkan di rumah masing-masing.
"Jadi kalau mau salat atau apa silakan di rumah masing-masing. Kalau melanggar akan dipasang spanduk lebih tinggi lagi," kata Suraji.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sleman Sidik Pramono mengatakan saat ini tengah dibangun upaya kesepakatan sesama warga Balong. Tujuannya agar bersama-sama mengedepankan kerukunan.
"Baru dibangun kesepakatan dalam tataran warga Balong semua. Termasuk warga LDII yang tinggal di Balong," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.