Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Rektor terpilih, Irhas Effendi (tengah berjas hijau), dalam konferensi pers pemilihan rektor UPN Veteran Yogyakarta, Rabu (12/10/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah melalui sejumlah tahap seleksi, Irhas Effendi kembali terpilih menjadi Rektor UPN Veteran Yogyakarta periode 2022-20226. Ini menjadi periode kedua bagi Irhas Effendi memimpin kampus tersebut.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UPN Veteran Yogyakarta periode 2022-2026, Joko Soesilo, menjelaskan dari empat kandidat yang didapat dari proses penjaringan, Senat menggelar voting untuk menyeleksi tiga kandidat. Ketiganya adalah Irhas Effendi, Awang Hendrianto, dan Barlian Dwinagara.
Tahap selanjutnya adalah pemilihan oleh Senat dan Kuasa Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang dihadiri Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Lukman. “Dari Senat ada 30 orang dengan hak suara 65 persen, sedangkan dari kementerian memiliki hak suara 35 persen atau 16 suara,” ujarnya, Rabu (12/10/2022).
Dalam pemilihan, Irhas Effendi mendapatkan 36 suara, Barlian Dwinagara 10 suara, dan Awang Gendrianto nol suara. Sesuai dengan arahan kementerian, pemilihan rektor UPN Veteran Yogyakarta berjalan damai dan saling menghargai.
“Ini merupakan periode kedua bagi beliau, dan mudah-mudahan nanti pada waktu dilantik beliau bisa memilih wakil-wakil rektor yang bisa bekerja menghasilkan keinginan civitas academica UPN menjadi perguruan tinggi negeri yang unggul,” katanya.
Irhas Effendi, menuturkan setelah pemilihan rektor, ada sejumlah pekerjaan yang harus dilanjutkan. “Saya sebagai incumbent akan meneruskan apa yang telah diprogramkan oleh UPN Veteran Yogyakarta,” ungkapnya.
Beberapa hal yang perlu segera dikerjakan di antaranya penataan kelembagaan terkait implementasi badan layanan umum (BLU), sumber daya manusia (SDM) dari yayasan yang dipindahkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, tata kelola keuangan,dan lainnya.
BACA JUGA: DPRD Jogja Minta Jangan Ada Pemaksaan Soal Seragam Adat di Sekolah
“Semua perguruan tinggi diharapkan menjadi badan hukum, maksimal lima tahun. Tapi kemudian kami ditarget 2024-2025 harus sudah berproses. Ini tantangan yang cukup berat. Untuk mencapai itu juga perlu penataan kelembagaan lainnya menyertai badan hukum,” katanya.
Sistem informasi menjadi pilar penting bagi UPN Veteran Yogyakarta. UPN telah mencanangkan sistem informasi terintegrasi. “Seluruh bangunan kampus telah kami tata dengan masterplan yang dimulai tahun ini, dengan konsep smart building, smart learning, smart library, dan smart parking, yang semuanya menjadi bagian dari smart campus,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar