Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang nenek berusia 90 tahun di Dusun Kabrengan, Srimulyo, Piyungan, Bantul, menjadi korban perampokan, Sabtu (15/10/2022). Uang dan perhiasan dibawa perampok.
Kapolsek Piyungan Kompol Sugihartono menjelaskan N dirampok sekitar pukul 05.00 WIB dan baru melapor ke Polsek Piyungan sekitar pukul 11.30 WIB.
Menurut Kapolsek, saat itu korban sedang menyapu di pinggir jalan, kemudian sebuah mobil berpenumpang empat orang datang. Salah satu penumpang keluar dan memaksa nenek masuk mobil.
“Di dalam mobil, salah satu orang membekap mulut nenek tersebut, dan yang lainnya mengambil paksa gelang emas seharga Rp12 juta di pergelangan kiri nenek tersebut. Uang Rp200.000 yang digenggang di tangan juga dambil," ucap Sugihartono, Minggu (16/10/2022).
BACA JUGA: Sepekan Ini, Erupsi Merapi Kebanyakan Mengarah ke Bebeng
Mobil kemudian berjalan dan N diturunkan di jalan menuju Kawasan Industri atau sekitar SPBU Piyungan. Nenek tersebut kemudian ditolong oleh penduduk di sekitar jalan tersebut. N kemudian diantar pulang dan cucunya melapor ke Polsek Piyungan.
Sugihartono mengatakan berdasarkan keterangan nenek, perampok berjumlah empat orang. “Pelakunya masih dalam penyelidikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.