Dikukuhkan Guru Besar, Eks Ketua KY Usul Model Penyelesaian HAM Berat
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Rektor UII Profesor Fathul Wahid dalam kuliah umum terkait Kartu Prakerja. /ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Program kartu Prakerja yang digulirkan Pemerintah Pusat diklaim telah memberikan manfaat pencari kerja dari Sabang sampai Merauke. Para pemegang kartu ini mendapatkan pelatihan sesuai kemampuan yang diinginkan.
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) Denni Puspa Purbasari menjelaskan program kartu prakerja merupakan platform yang tepat bagi masyarakat untuk menambah skill mereka. Berdasarkan post test pengguna program kartu prakerja dari Sabang sampai Merauke. Mereka merasakan manfaat dengan mengikuti program tersebut, skill semakin terasah dan aksesnya pun fleksibel. Selain itu program kartu prakerja juga terintegrasi dengan lembaga pelatihan terpercaya.
“Lembaga pelatihan yang menjadi bagian dari ekosistem Program Kartu Prakerja telah diverifikasi dan divalidasi sebelum menyediakan berbagai jenis pelatihan sesuai kebutuhan dan minat masyarakat,” katanya dalam rilis yang diterima, Selasa (18/10/2022).
Topik prakerja ini dibahas dalam penyelenggaran Kuliah Umum bertajuk Generasi Muda Berdaya dan Berkarya dengan Kartu Prakerja yang dihelat oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) dengan Universitas Islam Indonesia (UII).
Baca juga: Penyakit Tidak Menular Mendominasi, Masyarakat Harus Cermati Keamanan Pangan dan Penggunaan Obat
Puspa mengatakan platform ini menyediakan generasi bangsa untuk memilih skill pelatihan mandiri yang diminati. Selain itu berusaha mengentaskan problematika alasan generasi yang enggan belajar dikarenakan tidak adanya modal.
“Kartu prakerja memberikan saldo 1 juta dan silakan bebas mengakses pelatihan yang diinginkan," katanya.
Rektor UII Profesor Fathul Wahid mengatakan kartu prakerja termasuk ikhtiar meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. generasi muda sudah seharusnya menyiapkan diri untuk berkarya dan diniatkan mensejahterakan bangsa.
"Kartu Prakerja ini dipakai untuk melengkapi portofolio kalian, meningkatkan kreativitas untuk berkarya serta pengembangan diri di bidang yang diinginkan,” tuturnya.
Menurutnya ada satu peluang di kampus yang sering dilupakan yaitu membangun jaringan. Ia berharap, mumpung masih menjadi mahasiswa, harus menjalin relasi atau jaringan seluas-luasnya.
"Jika bisa menyeimbangkan antara disiplin bidang ilmu yang ditekuni dan menjalin relasi, maka keterjualan di dunia kerja dan kesiapan diri untuk berkarya bisa diandalkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.