Konsumsi Ikan Gunungkidul Tertinggal dari DIY dan Nasional
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Mobil tangki air milik BPBD Gunungkidul saat meyalurkan bantuan kepada warga di Dusun Kwarasan Kulon, Kedungkeris, Nglipar. foto diambil beberapa waktu lalu. /Istimewa- dok BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – BPBD Gunungkidul memastikan penyaluran air bersih ke masyarakat sudah dihentikan sejak awal Oktober. Hal ini tak lepas dari curah hujan yang telah merata di seluruh wilayah di Bumi Handayani.
Kondisi ini berdampak terhadap penyerapan anggaran yang dimiliki. Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, permohonan bantuan air diajukan masyarakat pada 30 September. Adapun memasuki Oktober permintaan sudah tidak ada.
Total sejak pertama kali melakukan dropping air sudah ada sebanyak 376 tangki yang disalurkan ke masyarakat. Bantuan ini diberikan ke sejumlah kapanewon seperti Purwosari, Tanjungsari, Paliyan, Rongkop, Saptosari, Panggang, Nglipar, dan Gedangsari.
“Tidak semua kapanewon mengajukan karena berdasarkan catatan yang masuk hanya ada di tujuh kapanewon,” kata Purwono, Rabu (19/10/2022).
Menurut dia, pengedropan air di masyarakat berhenti karena kondisi sudah memasuki musim hujan sehingga pasokan sumber yang dimiliki lebih banyak.
“Hujan sudah turun. Sesuai dengan pengalaman, maka saat hujan turun maka pelaksanaan droping akan dihentikan karena sudah tidak ada lagi permintaan,” ungkapnya.
Purwono menjelaskan, dari sisi anggaran, dana dropping air yang tersalurkan sebanyak Rp79 juta. Sisanya sebanyak Rp45 juta akan menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) 2022.
“Berhubung penyaluran bantuan sudah berhenti, maka sisanya akan dikembalikan ke kas daerah,” kata dia.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, adanya fenomena kemarau basah berpengaruh terhadap pelaksanaan pengedropan air ke masyarakat. Pasalnya, penyaluran di 2022 tidak sebanyak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sesuai dengan data dari BMKG, puncak musim kemarau di Gunungkidul terjadi pada Juli dan Agustus. Namun demikian, tidak semua wilayah yang menjadi langganan kekeringan meminta bantuan air bersih ke BPBD.
“Dropping [air] kami berikan ke masyarakat yang mengajukan permintaan secara resmi,” kata Sumadi.
Untuk sekarang sudah mulai memasuki musim hujan. Pihaknya sudah melakukan antisipasi terjadinya bencana di seluruh wilayah di Gunungkidul.
Menurut dia, upaya mitigasi dilakukan dengan menggelar apel kesiapsiagaan bencana dengan melibatkan lintas sektor. Selain itu, juga ada penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.
“Kami juga sudah menyiapkan anggaran untuk penanggulangan bencana. Memang tidak banyak, tapi kalau ada bencana besar, bisa mengajukan tambahan lewat dana melalui Belanja Tak Terduga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Thailand siapkan overhaul pajak kendaraan setelah Indonesia rayu Toyota pindahkan produksi. Tarif cukai lebih rendah untuk produsen lokal, lebih tinggi untuk CB
Toyota Kijang Innova Zenix HEV masih menjadi mobil hybrid terlaris Juli 2026. Mitsubishi Xforce HEV langsung masuk jajaran 10 besar.
iPhone 17 raih skor 157 di DxOMark, naik 10 poin dari iPhone 16. Kamera ultrawide 48MP jadi peningkatan utama, tapi ketiadaan lensa telefoto masih jadi kelemaha
Putri Kusuma Wardani lolos ke babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah mengalahkan Mikaela Joy De Guzman 21-12, 21-6.