PT Astra International Tbk Terus Kembangkan Desa Kanreapia
Rumah Koran merupakan inisiatif Jamaluddin Daeng Abu, penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2017.
Yuwono dan produk Ora Food/Istimewa
JOGJA—Sekitar tiga tahun lalu, Yuwono memulai usaha Ora Food, usaha pengolahan rumput laut menjadi makanan kemasan.
Rumput laut dipilihnya karena menurutnya Indonesia punya potensi besar di bidang kelautan dan kaya akan jenis rumput lautnya. Namun potensi itu belum banyak dilirik orang.
Di rumahnya di daerah Sapen, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Jogja, seluruh kegiatan produksi dilakukannya. Pagi hari, Yuwono dengan dibantu oleh sekitar lima sampai enam orang anggota keluarganya mulai mencuci rumput laut, lalu meniriskannya, kemudian mengolahnya menjadi makanan tertentu.
Awalnya, Yuwono mengantarkan istrinya berwisata ke salah satu pantai di Gunungkidul. Di sana ia melihat banyak rumput laut yang diolah dengan cara digoreng. Seketika, ia terpikir untuk mengolahnya menjadi produk dengan pengemasan yang lebih baik guna meningkatkan nilainya.
"Kalau orang ditanya makanan rumput laut, akan ingat produk luar, bukan lokal," tutur Yuwono.
Perjalanan panjang dilaluinya. Pertengahan 2019 Yuwono mulai menciptakan produk makanan olahan rumput laut. Belum banyak pelaku usaha pengolahan rumput laut menjadi makanan kemasan membuatnya kesulitan di awal. "Di saat saya mencari sparing partner, saya enggak nemu, akhirnya cuma searching, googling," katanya.
Selanjutnya, Yuwono bergabung dengan komunitas UMKM yang baginya memberikan banyak manfaat. "Saya belajar berkomunitas, dari situ saya akan menemukan informasi yang positif," kata Yuwono.
Ia juga berpesan setiap orang jangan bermain sendiri, sejak awal akan lebih baik bila berkomunitas. Yuwono berkisah, beberapa kendala sempat dirasakannya.
“Ketika saya berusaha mengangkat produk ini, mereka belum kenal.”
Proses pengenalan produknya memerlukan waktu, awalnya ia memang kesulitan, namun semakin lama banyak orang mengenal produknya. Berbagai pameran produk UMKM diikutinya, pesanan pun membanjirnya.
"Awalnya saya gagap dengan pengurusan perizinan. Syarat produk dipajang di toko, harus berizin. Dengan berkomunitas, saya menemukan teman-temen, arahan itu datang dari berkomunitas,” kata dia.
Yuwono memaparkan peran Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Jogja pun membawa andil besar untuk usahanya. Pengurusan perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), pelatihan keamanan pangan, sertifikasi halal, pengurusan informasi nilai gizi, dan nomor induk berusaha (NIB).
"Pelatihan sangat terbuka dari dinas," katanya.
Tiap bulan, Ora Food mengolah sekitar 2,5 kuintal rumput laut Ulva kering. Rumput laut kering tersebut dioalah menjadi berbagai produk, di antaranya kripik rumput laut kering dengan merek Tau Iki Ora, "Ke depan akan lebih banyak lagi. Saya akan diversifikasi lebih banyak," katanya. Omzet yang diraihnya pe rbulan saat ini berkisar Rp15 juta sampai dengan Rp20 juta. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah Koran merupakan inisiatif Jamaluddin Daeng Abu, penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2017.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 28 Juli 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Selasa 28 Juli 2026 didominasi berawan dan cerah berawan. Suhu udara berkisar 19-31 derajat Celsius di lima kabupaten/kota.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Hari Jadi ke-222 Klaten diperingati 28 Juli. Bupati terdahulu menyampaikan doa dan harapan agar Klaten semakin maju dan sejahtera.