Banjir Bandang Nepal-Tibet: 157 Tewas Ratusan Wisatawan Hilang
Banjir bandang menerjang perbatasan Nepal-Tibet, menewaskan 157 orang dan membuat lebih dari 400 orang hilang, termasuk ratusan wisatawan asing.
Ilustrasi./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA - Penyediaan sarana transportasi umum dengan menyasar kawasan pinggiran rupanya belum menarik minat masyarakat untuk menggunakan layanan ini.
Terbukti jalur angkutan Teman Bus jurusan Kota Jogja-Godean harus angkat tangan alias menyerah, menghentikan operasionalnya karena sepinya penumpang. Fasilitas koridor ini selanjutnya dialihkan ke rute baru dari Kota Jogja menuju Palbapang Bantul.
Program Teman Bus merupakan bantuan unit bus yang digunakan untuk transportasi umum yang diberikan oleh Kementerian Perhubunagn bagi daerah.
DIY mendapatkan alokasi 44 unit yang digunakan untuk tiga rute yaitu Jalur Godean, Jalur Ngaglik dan Jalur Ngemplak. Adapun program ini dikelola oleh PT Jogja Tugu Trans (JTT) di bawah kendali Dinas Perhubungan DIY.
“Teman Bus ini sudah beroperasi sejak 2020. Untuk jalur Godean akan ditutup mulai besok [1 November 2022],” kata Direktur Utama PT JTT, Agus Adrianto, Senin (31/10/2022).
BACA JUGA: Bukit Bintang Longsor, Jalur Alternatif Prambanan-Ngalang Mendesak
Agus mengatakan penyebab dihapuskannya jalur Godean ini karena sepinya penumpang. Kendati Teman Bus merupakan layanan gratis nyatanya tidak banyak masyarakat yang menggunakan transportasi ini.
Terbukti keterisian penumpang setiap harinya hanya mencapai maksimal 17% dari total kursi yang tersedia. “Sehingga saat ini mencoba untuk dialihkan dengan membuka rute baru di Bantul dengan rute dari Terminal Ngabean menuju ke Palbapang, Bantul,” ujarnya.
Meski tidak banyak yang menggunakan jalur Godean ini ternyata ada pelanggan setiap yang kecewa dengan penutupan koridori ini. Salah satu Widi, pria berusia 40 tahun warga Giwangan, Kota Jogja yang biasa menggunakan Teman Bus untuk berjualan di Pasar Gamping dan Pasar Godean.
Dia biasa menggunakan Teman Bus pada pagi untuk berangkat dan siang untuk pulang ke rumah. Ada dua pasar tujuannya yaitu Gamping dan Pasar Godean untuk berjualan buah-buahan bersama orangtuanya Maryatun yang berusia 71 tahun.
“Selain saya ada pedagang sepuh yang menggunakan Teman Bus ini, ya mungkin sekitar 50-an pedagang tetapi ini saat jam tertentu saja, pagi dan siang ketika dagangan sudah habis,” katanya kepada wartawan.
Widi tak menampik bahwa dirinya kecewa dengan penutupan jalur Godean yang selama ini digunakannya sebagai alat transportasi. Jika menggunakan ojek biayanya sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 menurutnya sudah cukup berat. Ia menggunakan Teman Bus sejak 2021 lalu.
“Saya kaget juga ini baca kok koridor Godean yang biasa saya pakai akan dihapus. Saya penah mendapatkan info akan diganti dengan angkutan yang bayar, kami tidak masalah ada ada dengan harga murah seperti angkutan. Intinya kami berharap koridor Godean ini masih ada,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Banjir bandang menerjang perbatasan Nepal-Tibet, menewaskan 157 orang dan membuat lebih dari 400 orang hilang, termasuk ratusan wisatawan asing.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Sabtu (29/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
PSG bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk menahan Lille 2-2. Calvin Verdonk dimainkan pada menit ke-80 dalam laga Ligue 1 2026/27.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian 29 Agustus 2026 lengkap dengan harga jual dan buyback terbaru.
Iran dan Oman menyepakati rute pelayaran Selat Hormuz. Iran siap membuka kembali jalur itu jika AS memenuhi komitmen nota kesepahaman.
Danantara menyoroti rencana pengalihan dividen Rp120 triliun ke APBN dan meminta investasi jangka panjang tetap menjadi perhatian.