Ekonomi DIY Bisa Tembus 6 Persen, KADIN: Syarat Belanja Wisatawan Naik
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
Peserta BPJS Kesehatan Nadia Lutfiana Mawarni./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari pemerintah memberikan rasa aman bagi masyarakat. Nadia Lutfiana Mawarni, 28 salah satu pengguna BPJS Kesehatan ini mengaku merasa lebih aman ketika menjadi anggota BPJS Kesehatan.
Jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan berupa sakit dia tidak perlu mengkhawatirkan ongkos berobat. Pengalamannya menggunakan BPJS Kesehatan juga tidak terlalu ribet.
"Kalau nanti ndilalah [kebetulan] ada sesuatu yang enggak diinginkan, sakit, aku enggak perlu bingung karena sudah jadi anggota BPJS Kesehatan. Ini lebih ke proteksi sih," ucapnya kepada Harianjogja.com, Rabu (2/11/2022).
Nadia sapaan akrabnya sudah menjadi anggota BPJS Kesehatan cukup lama, awalnya mandiri ditanggung keluarga, lalu sempat ditanggung kantor, dan kini mandiri lagi kelas tiga. Dia kembali menjadi anggota mandiri karena saat ini bekerja freelance, sehingga tidak ditanggung tempatnya bekerja.
Baca juga: Keren! Film Produksi Disbud Kota Jogja Ini Tayang di Ajang Ubud Writers & Readers Festival
"Pakai BPJS Kesehatan sudah lama sih lupa tahun berapa tepatnya. Sejak BPJS ada udah jadi anggota. Karena sekarang freelance pakai mandiri," kata Nadia yang tinggal di Jalan Kaliurang ini.
Menurutnya iuran dari BPJS Kesehatan cukup terjangkau. Ini menjadi alasan dia memilih BPJS Kesehatan sebagai asuransinya. Dalam sebulan dia hanya perlu membayar iuran sebesar Rp35.000 plus biaya admin Rp2.500 sehingga total hanya Rp37.500 saja.
Dengan iuran yang cukup murah Nadia sudah bisa mendapatkan banyak manfaat. BPJS Kesehatan menurutnya juga mengcover banyak jenis penyakit.
"Saya memilih BPJS Kesehatan karena dari semua asuransi, BPJS Kesehatan ini yang paling murah dan coveragenya juga banyak. Untuk berbagai jenis penyakit. Meski sistemnya berjenjang, tapi dengan hanya membayar Rp37.500 saya sudah mendapatkan banyak manfaat," jelasnya.
Nadia sendiri jarang menggunakan BPJS Kesehatan, namun selalu rutin membayar iuran. Dia mensyukuri hal ini, artinya masih diberikan nikmat sehat. Namun jika sewaktu-waktu dapat musibah sakit setidaknya sudah bersiap dengan BPJS Kesehatan.
"Alhamdulillah jarang sakit ya. Ini salah satu yang aku syukuri. Menjadi anggota BPJS Kesehatan kalau bisa jangan sampai sering sakit, tetap jaga kesehatan. Meski demikian penting juga untuk punya asuransi.," katanya. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.
Moh Zaki Ubaidillah lolos ke perempatfinal Malaysia Masters 2026 usai menang dramatis, sementara Bobby/Melati tersingkir di 16 besar.
Jadwal bola malam ini 21-22 Mei 2026 menghadirkan duel penentuan juara Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Hilal.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.