Advertisement

Keren! Film Produksi Disbud Kota Jogja Ini Tayang di Ajang Ubud Writers & Readers Festival

Yosef Leon
Selasa, 01 November 2022 - 20:27 WIB
Arief Junianto
Keren! Film Produksi Disbud Kota Jogja Ini Tayang di Ajang Ubud Writers & Readers Festival Film Gegaraning Akrami produksi Dinas Kebudayaan Kota Jogja. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Film produksi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja berjudul Gegaraning Akrami tayang di ajang Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) tepatnya di NonFrasa Gallery, Jl. Raya Sanggingan, Ubud, Bali, Sabtu (29/10/2022).

Film pendek berdurasi 22 menit tersebut mengisahkan tentang Ratih dan Bagas, pasangan muda milenial yang mencoba menjembatani kebutuhan modern dan tradisional saat mempersiapkan pernikahan mereka.

Advertisement

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja, Yetti Martanti mengatakan, produksi Gegaraning Akrami menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh pihaknya dalam melestarikan Sastra Jawa dalam kehidupan sehari-hari anak muda masa kini. Sebab realitanya, sastra daerah memang menghadapi tantangan zaman agar tidak tergerus dengan budaya asing.

Guna melestarikan sastra Jawa tersebut, media film dipilih karena mampu merepresentasikan situasi sosial budaya dalam sebuah daerah. Sebuah film akan memberikan dampak tak langsung bagi penonton untuk mengamini nilai-nilai di dalamnya.

"Apalagi, Gegaraning Akrami memadukan sastra Jawa tradisional dengan budaya modernitas anak muda kekinian dalam sebuah romansa percintaan. Karena itu, film ini terasa ringan dan relevan dengan audiens generasi muda," katanya, Selasa (1/11/2022). 

BACA JUGA: Segera Menikah, Ini Awal Mula Hubungan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono

Penayangan di Bali dipilih karena UWRF mampu menghadirkan audiens pemerhati sastra dari berbagai belahan dunia. UWRF merupakan festival sastra tahunan terbesar di Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati sejak 2004.

Pada penyelenggaraan tahun ini, UWRF mengangkat tema yang diambil dari filosofi Jawa, yaitu Memayu Hayuning Bawana. Tema tersebut sangat klop dengan tema film Gegaraning Akrami yang di dalamnya juga mengupas konsep hamemayu hayuning bawana.

Sutradara sekaligus penulis naskah BW Purbanegara menyebutkan Gegaraning Akrami menunjukkan bagaimana generasi muda memaknai karya sastra lama dari perspektif yang berbeda. Kehadiran film berbahasa daerah di industri film nasional memang masih jarang dan sangat dinanti.

"Saya senang sekali film Gegaraning Akrami bisa ditayangkan di UWRF, yang mana festival ini merupakan titik temu yang strategis bagi para pemerhati dan pencinta sastra dari berbagai belahan dunia. Ini menjadi gerbang untuk film ini bertemu publik penonton yang tepat dengan apresiasi yang bagus," ungkapnya. 

Pemutaran film Gegaraning Akrami tak hanya dihadiri pengunjung UWRF dari sekitar Bali saja, tetapi juga dari luar Bali bahkan turis mancanegara.

Setelah UWRF, Dinas Kebudayaan Kota Jogja berencana menggelar diskusi seputar sastra Jawa dan Gegaraning Akrami. Nantinya, Gegaraning Akrami akan ditayangkan di akun Youtube Dinas Kebudayaan Kota Jogja agar menjangkau audiens yang lebih luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sebanyak 5.681 Caleg Terpilih Belum Laporkan LHKPN, KPK: Kami Tunggu

News
| Sabtu, 20 Juli 2024, 09:17 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement