Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang anak perempuan 13 tahun di Dlingo, Bantul diduga menjadi korban perkosaan seorang pemuda setempat. Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Archye Nevada, menyatakan, pemuda tersebut diketahui berinisial HS, 20.
Dugaan pidana perkosaan itu terjadi di sebuah indekos di wilayah Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Bantul. Dikatakannya, antara korban dan pelaku awalnya berkenalan lewat media sosial. Selama dua pekan, mereka intensif berkomunikasi. Pada Rabu, (26/10/2022) malam sekitar pukul 18.00 WIB, pelaku menjemput korban dan mengajak pergi ke rumah teman pelaku di Dlingo. Setelah itu, pelaku mengajak korban jalan-jalan ke kawasan Pantai Parangkusumo. Saat mereka berkeliling di sekitar pantai hingga pukul 03.00 WIB, bensin motor pelaku habis.
“Karena kehabisan bensin, korban diajak istirahat di rumah kos teman pelaku. Setelah itu korban diajak tidur bersama dan akhirnya terjadi persetubuhan [pemerkosaan] oleh HS kepada korban,” kata Archye dihubungi pada Kamis, (3/11/2022).
Pihak keluarga yang mengetahui korban pergi bersama pelaku akhirnya menghubungi korban dan tahu bahwa ternyata korban masih berada di sebuah indekos di Parangkusumo.
Keluarga korban akhirnya pergi ke Parangkusumo. Ketika itu, korban yang masih berstatus siswi kelas enam SD tersebut tidak sadar dan tidak mengaku telah menjadi korban pemerkosaan.
BACA JUGA: Bukit Bintang Zona Merah Bencana, Pemkab: Bangunan Usaha di Sana Banyak Tak Berizin
Empat hari setelahnya, pelaku dan korban kembali pergi hingga larut malam. Korban tak juga pulang. Lantaran curiga, kakak korban meminta bantuan kepolisian, warga, dan tokoh setempat untuk bersama-sama mencari korban.
Akhirnya, korban ditemukan berjalan kaki seorang diri di wilayah Kalurahan Terong, Dlingo. Korban lantas dibawa ke rumah warga setempat. Melalui keterangannya, korban diturunkan di jalan dan ditinggal pergi oleh pelaku.
“Setelah itu warga mencari pelaku dan ditemukan masih di wilayah Terong, Dlingo. Kemudian pelaku di bawa ke rumah dukuh dan diinterogasi. Dia mengakui kalau telah membawa korban. Pelaku juga mengaku kalau di Parangkusumo itu menyetubuhi [memperkosa] korban. Kemudian kakaknya melaporkan kejadian itu ke Polres Bantul,” ucap Archye.
Tokoh masyarakat setempat dan Bhabinkamtibmas Polsek Dlingo lalu menyerahkan pelaku ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Bantul untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Senin, (31/10/2022).
Saat ini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Hanya saja, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi dari UPTD PPA dan hasil visum di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati sebagai tambahan alat bukti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Banjir bandang Nepal menewaskan 616 orang, 2.301 terluka dan 2.500 masih hilang. Tim penyelamat terus mencari korban di perbatasan China
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang